10.31.06

We (don’t) speak your language!

nihongoSalah satu hal yang menantang selama disini adalah soal bahasa. Duh ampun deh ama yang namanya bahasa Jepang. Tapi apa daya, kalo mau survive kudu harus bisa. Karena semua komunikasi sudah pasti bahasa Jepang dan semua tulisan sudah pasti dimana-mana akan terlihat huruf ngelingker nggak beraturan.

Sebelum kemari, saya sudah berpikir, “aah..itu cuma sepotong kue. Piece a cake”. Ternyata salah, sodara-sodara!

Perusahaan pun berinisiatif mengirimkan kami (rekan saya dan saya) ke sekolah bahasa. Sekolah berlangsung dua minggu sekali, Senin dan Rabu, dari jam setengah 7 sampe jam 8 malam, waktu Tokyo tentunya. Jadi maap yah buat yang nyapa di Y!m pas di jam-jam tersebut dan gak saya balas. Saya lagi menyingsingkan lengan baju menuntut ilmu *uhuk*.

Jangan tanya deh soal pelajarannya. Tiap pulang sekolah dipastikan ubun-ubun akan terasa panas karena abis berjuang keras mencerna tiap kata dan menghafal pelajaran hari itu. Apalagi para guru nya minim bahasa Inggris, makin lengkaplah kenikmatan itu.

Lalu gimana? Banyak kemajuan? Begitu selalu pertanyaan yang selalu saya terima kalo lagi ngubrul ama temen. Oh sudah pasti, maju ke lembah kegelapan :). Di mana otak saya yg digariskan untuk lemot dipaksa untuk berolahraga. Dapat dipastikan si otak brilian ini berontak *loh..katanya lemot?*.

Alhasil, setiap dengerin orang Jepang ngomong atau bertanya sesuatu pada saya, akan saya balas dengan tatapan linglung. Gimana soal makan? Awalnya tentu saya akan menghindari rumah makan berbahaya, yang membutuhkan komunikasi. Cerdas kan *hakhiakahak*. Jadi saya akan memilih makan di tempat yg minim komunikasi atau ke tempat makan yang punya jaringan internasional, kayak McD. Harusnya staf nya kudu bisa bahasa inggris donk, kan pasti banyak para expat yang makan disana. Ya nggak…ya nggak?

Pikiran yang salah!

Pertama kali ke McD dekat apartment, teuteup saja mereka gak bisa bahasa inggris *sigh*. Begitu di depan kasir mereka akan mulai bahasa planet nya, “was wes wos kya kyo…tuing..tuing..?”. Dengan sukses saya akan bereaksi seperti orang linglung, “uh?”. Mereka akan tetap dengan semangat membara mengulangi pertanyaan nya, “was wes wos kya kyo kya..tuing..tuing..?”. Saya tentu tak mau kalah, tetap bertampang linglung, “uh??”. Akhirnya sang staf akan sadar kalo saya adalah seorang expat tampan *plak!*. Tapi tetap aja doi tanya dengan bahasa planet yang sama. Gak sopan!. Tapi untung kali ini diikuti dengan bahasa yang sangat saya pahami..bahasa tarzan!. Saya pun tersenyum penuh kemenangan *hiakhiakhiak*. Bahasa ini sangat saya kuasai, mbak! Sambil ngomong doi mulai gerakin tangan nunjuk-nunjuk kebawah. Oooh…maksudnya tanya makan disini atau dibawa pulang toh. Dengan gembira akan saya balas dengan mengangguk dan nunjuk ke bawah juga. Setelah itu doi lanjut ke pertanyaan berikutnya, “cas cis cus tuk tuk tuk..boink..boink?” sambil nunjuk ke brosur menu. Nah ini saya tau, pasti tanya mau pesan apa kan? Saya lalu menunjuk salah satu paket burger. Komunikasi tidak berhenti disana. Setelah mencet-mencet cash register, doi mulai lagi deh bahasa planet nya, “ka ki ku ke ko..tralala..trilili..”. *Hayaaah..*. Kali ini saya tak membalas, cuma liat angka yang tertera, ambil dompet, kuarin duit. Beres! Berakhirlah sesi tanya jawab yang bikin repot itu.

Banyak kejadian-kejadian kecil serupa, yang tentu dengan bangga akan saya persembahkan reaksi lang ling lung (–> tampang shincan dengan mata berkilat-kilat). Setelah beberapa lama disini saya biasa menjawab, “sumimasen..watashi wa nihon-go o wakaranai” yg artinya “maaf, saya gak ngerti bahasa jepun”. *sori ye bang/mpok*.

Setelah hal-hal itu saya lalu berpikir saya harus belajar jepang lebih giat lagi. Tapi setelah tau bahwa selain huruf hiragana dan katakana yang total sekitar 100an *saya lupa tepatnya*, masih ada huruf kanji sebanyak 40.000 karakter *itu huruf apa pasukan tawon??? Banyak buueeneeeer seh!!* saya akan dengan senang hati males lagi. Berita baik nya, cukup mengerti 2000 sajah untuk kehidupan sehari-hari!. Selamat berjuang sampe keriting kayak huruf kanji!

Interesting story? Share it to your friends:

  • Facebook
  • Twitter
  • Digg
  • del.icio.us
Comments
 
  1. ai_zeus says:

    Huehehe, nanti ajarin yak kalu udah bisa

  2. Soyuz says:

    iyak, tapi kayaknya masi jauh perjalanan huehuaha.

  3. kania says:

    qeqeqeqe……………lucu banget……..yang penting rambutnya nga ikut keriting juga qeqeeqeeq……………selamat berjuang yaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

  4. obeems says:

    huahahahahahahaa….emang enaakkk kerja di jepaanngggg

  5. Soyuz says:

    enak banget siy beems. negara hebat, ceweq2 cantik lucu dan imut, good salary. perpaduan yg menyenangkan :D

Add Yours

Line breaks are converted automatically. Please make sure that you have read the post before posting your thoughts. A valid email is a must but don't worry, it will never be displayed anywhere on this website. It is greatly appriciated if your comment could exceed 3 written lines. Please be polite and thoughtful of others. Comments which are derogatory will be deleted.

Please stay on topic: no name-calling, flaming or trolling. Spam and irrelevant comments will be deleted, your IP will be banned, and any URLs in your comment will be blacklisted.