11.17.06

Diggin’ my scene – autumn part 2

Perjalanan ke Nikko pun dimulai. Beruntung posisi bangku kereta nya berhadapan, jadi 4 orang bisa saling mengobrol. Di dalam kereta, kami berdelapan terbagi menjadi dua kelompok. 4 di sisi kiri dan 4 di sisi kanan.

Kereta pun mulai melaju dan kami dengan semangat ngobrol utara-selatan (ngalor-ngidul). Tapi berhubung kelompok saya adalah pria semua, apalagi saya tipe cowo cool *plak!* dan pendiam – gak akan nowel kalo gak ditowel, kami pun cepat sekali kehabisan topik pembicaraan. Padahal sudah semua topik dibahas. Komputer, shinkansen, bunuh diri, roller coaster tergila di dunia (ada di jepang), cuaca, bahasa, makanan,ceweq *sudah pasti tak ktinggalan*, bahkan sempat termenung, ngelamun, pandangan kosong, mati gaya. Berbeda dengan 4 orang lain nya yang ada di sebelah. Dari pembicaraan yang tak sengaja dan sengaja kami dengarkan, topiknya tetap sama dari awal keberangkatan. 2 jam perjalanan dan topiknya masi sama. Awet :D. Mungkin itulah satu kelebihan yang dimiliki wanita. Pembicaraan tak akan pernah habis. Mengalir kayak air sungai :P.


Setelah 2 jam perjalanan yang seakan tak berakhir itu, akhirnya tiba juga di Nikko. Di stasiun ternyata 6 orang teman dari kloter pertama sudah tiba lebih dulu. Jadi sekarang total ada 14 makhluk yang terkumpul. Rombongan kembali terbagi menjadi 2 bagian. Satu kelompok ingin hiking dan sisanya ingin sightseeing. Saya pun memutuskan ikut hiking dengan berbagai macam alasan. Setelah berdiskusi dan mempertimbangkan akhirnya semua wanita *cuma dua orang siy* ikut sightseeing. Apalagi setelah mendengar info bahwa hiking akan memakan waktu 5 jam. Males bo…

Rombongan hiking pun akhirnya hanya terdiri dari 5 orang. So…kami pun memisahkan diri, membeli tiket bis untuk menuju ke salah satu starting point. Kembali kami harus mengantri dan menanti bis datang, di depan stasiun. Lokasi sekitar stasiun mengingatkan pada daerah Simpang Lima di Puncak dan Prigen, titik bertemu nya 3-4 jalan serta banyak toko.

Nikko ternyata merupakan daerah wisata yang sangat-sangat luas. Denger-denger siy kalo mau sightseeing ke semua tempat di Nikko akan membutuhkan waktu 2-3 hari. Liat ajah disini dan disini untuk informasi mengenai Nikko.

Back to ngantri, waktu sedang menikmati suasana sekitar sambil berdiri ngantri, pandangan tertuju pada rombongan yang akan sightseeing, menuju tempat penungguan bis yang lain. Terus terang jauh lebih menarik dibandingkan pemandangan sekitar, dan saya sangat menikmatinya. Selagi ada kesempatan tentu nggak akan disia-siakan. Rombongan sightseeing pun segera naik bis. Huh…bis kami masi belum juga nongol ujung knalpot nya. Saya pun memandang bis mereka berangkat sampai menghilang di tikungan jalan. Ada satu hal kecil yang tiba-tiba membuat perasaan menjadi hangat, padahal suhu di Nikko berkisar 9-10 derajat.

Tak lama bis kami pun tiba, dan sungguh diberkati, kami jadi penumpang terakhir yang boleh naik, karena bis sudah penuh sesak. Nunggu bis berikutnya sih males banget. Untung masi bisa dijejali 5 makhluk keren dari Indonesia ini *dzighh!!*. Pintu bis pun ditutup. Saya jadi teringat di Jakarta waktu berdesakan di Patas AC 11. Berdiri sambil berpegangan ke pintu bis dgn sebelah kaki mengambang dan posisi tubuh sedikit menghalangi pandangan bapak sopir yang sedang bekerja.

Bis pun mulai berangkat. Lama waktu yang ditempuh diperkirakan 1 jam. That’s great…another 1 hour to stand up *sigh*. Untung ada pemandangan indah di dalam bis :P. Ternyata bis nya berenti di beberapa halte untuk menurunkan penumpang. Saya pun serasa jadi kondektur, harus turun memberikan jalan buat penumpang lain yang mau turun. Tak lama si pemandangan indah pun ikut turun di halte berikutnya *yaaaaaah…*.

Setelah melewati kota, bis kami memasuki jalanan yang menanjak dan menikung tajam. Biar bisa membayangkan silakan nonton Initial D the Movie. Sepertinya tempat ini yang dipakai. Atasan saya juga suka balapan disini kalo malam hari dengan Mazda RX-8 nya. Buat yang doyan ngebut disini memang sangat menantang. Terutama buat nge-drift. Jadi inget my soulbrother *Mantaf Hen, track nya qeqeqe..*. Saking menantang nya sudah banyak mobil yang kecemplung ke jurang *hiakhakhak*.

Tapi bis kami merambat seperti siput karena sangat-sangat macet. Padat merayap. Bisa dipahami karena waktu di akhir musim gugur ini memang yang terbaik untuk melihat dan menikmati indahnya autumn leaves. Jadi disarankan berangkat jauh lebih pagi alias subuh supaya nggak terjebak macet.

Kami pun harus berdiri jauh lebih lama lagi…

Interesting story? Share it to your friends:

  • Facebook
  • Twitter
  • Digg
  • del.icio.us
Comments
 
  1. ai_zeus says:

    Kalau ujung knalpot bisnya kelihatan, berarti om soy udh ditinggalin dong sama bisnya :))

  2. anastasia says:

    Mungkin itulah satu kelebihan yang dimiliki wanita. Pembicaraan tak akan pernah habis. Mengalir kayak air sungai :P.

    aarrrggghhh! pernyataannya mentrigger isu gender di hati gw nih. Suka ngobrol itu bukan sifat wanita. Itu sifat seseorang yang berjiwa sosial tinggi. Bukan karena dia wanita. Bukan! bukan! :)

    —salam kenal dari seorang wanita yang selalu tidak punya bahan pembicaraan, padahal pengen ngobrol. Beneran loh! :D

  3. Soyuz says:

    @ai_zeus: wah iyah juga yah..tapi kan bisa aja pas bis nya brenti saya ke bagian belakang bis dan liatin knalpot nya *ngeles* :P

    @anastasia: oh bukan yah :D soalnya selama ini kalo ada wanita pasti ada aja bahan pembicaraan xixixixi… eniwe, salam kenal juga dari seorang pria yg gak akan nowel kalo gak ditowel :P. ngobrol yuuu…:D

  4. anastasia says:

    yuuuuks!
    situ yang cari bahan ngobrolnya ya :D

  5. Soyuz says:

    hayuuuu… :D.
    tapi lewat pm ajah kali yah, biar gak OOT :)

  6. [...] tercinta. Dua taun lalu, bersama teman-teman yang lain, saya hiking ke Nikko (terbagi menjadi tiga artikel terpisah plus foto) *panjang aje ya ceritanya [...]

Add Yours

Line breaks are converted automatically. Please make sure that you have read the post before posting your thoughts. A valid email is a must but don't worry, it will never be displayed anywhere on this website. It is greatly appriciated if your comment could exceed 3 written lines. Please be polite and thoughtful of others. Comments which are derogatory will be deleted.

Please stay on topic: no name-calling, flaming or trolling. Spam and irrelevant comments will be deleted, your IP will be banned, and any URLs in your comment will be blacklisted.