Beberapa minggu ini saya disibukkan dengan project yang cukup gede dari kantor. Saking gedenya sampe waktu yang dikasi pun gak memadai. Project rebranding salah satu rumah sakit di daerah Kyushu. Rumah sakit ini berencana untuk mengganti identitasnya, termasuk di dalam nya logo dan website. Tugas saya dari sang manajer yaitu membuat logo baru dari rumah sakit tersebut. Waktu yang diberikan cuma kurang lebih 2 mingguan.
Tentunya sebelum mengerjakan tugas ini seharusnya saya mendapatkan brief yang lengkap baik dari sisi marketing dan sisi kreatif. Tapi seperti yang sudah saya duga sebelumnya dan dari dulu, semua itu nggak ada *haessh…*. Cuma dapat sedikit informasi mengenai sejarah dan kegiatan usaha rumah sakit ini, layanan apa saja yang diberikan. Untuk target market, nggak tau. Filosofi rumah sakit nggak tau, misi dan visi nggak tau juga. Berarti saya harus mengira-ngira. Wajar saja siy, si manajer ini yang bertindak sebagai Account Manager untuk project ini, sama sekali nggak memiliki skill dan pengetahuan di bidang disain. Hanya gaya nya saja yang seperti creative director pada saat proses disain.
Saat makan malam, sempat ngobrol bentar dengan Pastur Danny Hanafi dan Pastur Joe. Dan saya kebagian tugas untuk meredesign website IFGF Jepang. Siap pastur. Tapi abis kerjaan saya beres yah :D. Malam harinya sesi terakhir dimulai jam setengah 8. Kembali saya bertugas menjadi kameraman. Acara berlangsung seperti biasa, penuh canda dan diakhiri dengan pengurapan Roh. Setelah selesai ada acara yang dinanti lagi, makan bubur kacang ijo. Dah lama banget gak makan bubur kacang ijo. Apalagi ini dicampur ketan item. Yum..yum..
Antrian pun cukup panjang. Sepertinya kalo ada acara makan selalu seperti itu. Beruntung tim konsumsi adalah rekan-rekan dari Tokyo, dibantu beberapa orang dari kota lain. Jadi saya gag maluw-maluw untuk nambah. Total malam itu saya menghabiskan 5 mangkuk bubur. Nikmat sekali.
Setelah sampai di kamar waktu sudah menunjukkan pukul setengah 2 dini hari. Di kejauhan masih terdengar suara nyanyian dari anak-anak yang belum pengen tidur. Batere nya belum pada abis kayaknya :D. Tak lama saya pun melangkah ke basement, dimana disana terdapat onsen (pemandian air panas). Pria dan wanita memiliki ruang onsen terpisah. Belum sah ke Jepang kalo belum mencoba onsen.
Begitu saya masuk, ternyata ramai sekali yang mau dan sedang mandi. Wah kebagian apa nggak niy. Pada awalnya saya risih juga harus bugil rame-rame gini di hadapan laki-laki. Tapi setelah melihat banyak sekali yang bakal mandi juga, lebih baik cuek aja deh daripada nggak mandi. Ntar nggak bisa tidur niy. Rasanya sungguh nikmat, mandi dan berendam air panas di cuaca sedingin ini. Rasa malupun hilang seketika. Soal mandi ini, rupanya yang cewe-cewe juga ada yang baru pertama kali mandi di onsen. Ada temen yang cerita, dia sempat otomatis memalingkan wajahnya waktu melihat cewe lain bugil di hadapannya *xixixixixi…*. Bugil massal :P. Pokoknya saya udah nyobain onsen *yihaaa!*.
Setelah itu tak lama bis pun sampai di depan villa. Kamipun segera mulai mengangkut barang-barang bawaan ke dalam karena bis nya dah mau pulang. Disaat yang lain sedang sibuk, saya lompat-lompat sendirian di atas jalanan yang bersalju *tuink…tuink…*. Akhirnya saya menginjak salju!. Beberapa temen tertawa melihat tingkah saya. Saya tetap bersemangat kesana kemari sambil lompat-lompat. Lalu saya pun segera membuka sarung tangan dan mencoba meraup segenggam salju. Ternyata nggak bisa. Udah membeku jadi es. Gag asik. Saljunya belum tebal. Akhirnya saya pun segera membantu mengangkut barang-barang dan alat-alat musik ke dalam.
Kami pun dikumpulkan disalah satu ruangan yang cukup besar dan bergabung dengan rekan-rekan dari kota lain seperti Nagoya, Hamamatsu, Gunma, dan Oarai. Total sekitar 120-an orang. Dan kantong plastik saya yang berisi kado hilang entah terselip kemana *yesss!! xixixixi…*. Memang tadi pada ngangkutin barang tanpa melihat tas dan barang siapa yang dibawa. Yang penting semua harus segera diturunkan dari bis. Lega saya karna kado ilang, jadi gak perlu ikutan tukeran kado *gyahahaha*. Sambil menunggu instruksi lebih lanjut dari panitia, saya pun mengambil gitar yang lagi tergeletak nganggur. Dah lama juga gak maen gitar. Lupa semua :P.
Maafkan sayah karna baru sempat updet, lagi banyak kerjaan (yang gak perlu sebenernya) dan juga lagi gak mood nulis. Eniwe, sayah lanjutkan saja kisah nya untuk menemani hari Senin anda :P. Kisah ini akan terdiri dari beberapa bagian karena cukup panjang. Tapi tenang aja, nggak akan seperti sinetron Indonesia yang super duper gag jelas dan dibuat sampai berpuluh-puluh seri :P
Minggu 31 Desember 2006
Bangun kesiangan, padahal rencananya mau cari kado buat acara tukar kado. Setelah buru-buru, saya pun segera terbang ke gereja. Di dekat gereja ada satu department store, kesanalah tujuan saya. Di dalam MRT saya bertemu dengan seorang teman yang juga akan ke department store tersebut buat nyari kertas kado. Dia bawa boneka gede. Saya minta tukeran gag dikasi *xixixixixi*. Sampai disana, saya pun berkeliling gag jelas, entah apa yang mau dibeli. Agak susah sebenernya buat saya, karena saya paling gag hobi nyari-nyari gituan. Apalagi ini belum ketauan yang akan menerima kado nanti cowo atau cewe. Jadi harus memilih kado yang universal.