Akhirnya saya menulis lagi. Maaf buat yang sudah menanti dengan penuh pengharapan *lirik Mei*. Beberapa waktu belakangan ini saya lagi repot banget dengan kerjaan kantor. Jadi harap maklum. Yang sedang saya buat ini adalah kerjaan bodoh yang nyaris keterlaluan. Dateline juga udah mepet. Membuat ratusan halaman XHTML secara manual karena tidak mempercayai keefisienan CMS menurut saya adalah tindakan yang bodoh alias baka kalo dalam bahasa Jepang nya *saya dah hebat kalo memaki dalam bahasa Jepang*.
Website yang sedang saya kerjakan ini nanti juga akan diupdate secara manual, benar-benar manual. Memikirkan hal ini saya sampai esmosi. Jadi nya tambah mahir deh mengucapkan kata baka termasuk dengan bermacam-macam variasi intonasi :P. Kadang sempat berpikir, saya sebenernya sedang bekerja di Tokyo atau di desa terpencil yang nggak mau menggunakan keefektifan teknologi.
Setahun kemudian, dia membuka depot, bekerja sama dengan salah satu mantan ibu kos nya. Si ibu ini adalah seorang janda yang ditinggal suaminya, dan hidup sendiri, hanya mengandalkan satu kamar kos yang dulunya disewakan kepada si pemuda ini. Letak rumahnya sangat strategis, setiap anak kos pasti lewat di depan rumahnya jika berangkat dan pulang kuliah.
Melihat keterampilan masaknya, si pemuda tergerak untuk membantu, seperti biasa. Menyewa teras rumahnya, mempersiapkan semua peralatan, dan mempersilakan si ibu untuk menangani urusan masak. Genap seminggu ketika si ibu ini mulai menyerah. Sepi, katanya. Gimana nggak sepi, pikirnya, si ibu malas belanja, malas memasak yang beraneka ragam. Banyak masakan yang dicantumkan saja di menu tapi begitu dipesan tidak tersedia. Si pemuda berpikir, dia telah salah memberikan ‘kail’ kepada orang bermental kerupuk dan cuma bisa omong doank.
Hari itu tak ada yang spesial baginya. Semua berjalan seperti biasa. Kerjaan menumpuk, karna banyak hal yang nggak efisien. Tugas baru sudah dimulai, mengubah 500 halaman web dari HTML ke tableless XHTML+CSS. Assignment yang bodoh!. Yang membuat sedikit berbeda adalah hari itu dia bangun kesiangan, sampai ditelpon orang kantor, dan tiba di kantor lewat 30 menit dari jam kantor.
Saat sedang asik melakukan kerjaan bodohnya, seorang teman mengabarkan bahwa Jakarta lagi banjir besar. Hujan deras dan angin kencang terus menerus. Dia pun menuju sebuah portal berita untuk mencari informasi lebih lengkap. Tak lama ingatan nya pun membawa nya kembali ke beberapa taun silam…