Awal Mei 2007, di suatu siang yang cerah dua orang pria terlihat berdiri di depan salah satu gedung 6 lantai di daerah Shinjuku. Yang satu memiliki tinggi sedang, dengan kulit gelap khas Melayu dan seorang lagi tinggi, putih, keren dan berambut cepak ala US Marine *uhuk!*.
“Kayaknya gedung yang ini deh”, kata pria yang lebih tinggi kepada teman nya. “Menurut peta adanya di seberang rumah sakit. Dan itu rumah sakit nya”, sambil menunjuk dengan sok tau ke arah sebuah gedung di seberang jalan.
Mereka pun langsung menuju lantai 4, dimana terdapat kantor dari badan pencari kerja (headhunter agency) milik pemerintah, Hello Works, yang bertugas membantu menyalurkan para tenaga kerja dan pelajar asing yang memerlukan pekerjaan full time ataupun part-time di Jepang. Mereka berdua mendapat informasi ini dari salah satu rekan kerja di kantor mereka.
Selepas berhenti kerja dan menjadi pengangguran yang banyak acara, kesibukan saya malah bertambah, dan ini jelas menyenangkan. Tapi saya malah jadi bisa bersosialisasi dibandingkan saat masih kerja di kantor aneh itu. Jadi kalo ada yang perlu temen makan siang atau makan malam, tinggal telpon saya atau lewat instant messenger :D.
Cuma yang agak kurang menguntungkan yaitu hidup nya jadi nggak teratur. I mean, makan dan tidur jadi nggak ada jam nya. Malem jadi siang dan siang jadi siang juga *kok siang terus*. Persis batman *ngomong-ngomong, superhero idola saya bukan superman loh*. Pagi dan siang jadi ngantuk, malam hari malah seger. Ini bener-bener nggak menyehatkan.