8.13.07

The view from the afternoon, never fade away – part 2

Pertengahan Mei 2007, kembali pria tinggi keren itu terlihat memasuki sebuah gedung bertingkat puluhan di daerah Otemachi. Tujuan nya adalah kantor sebuah perusahaan headhunter internasional, Robert Half, ada janji bertemu dengan salah seorang konsultan disana. Salah seorang teman telah mengirimkan resume pria itu ke beberapa headhunters dan Robert Half ini adalah salah satu nya.


Setelah diantar oleh seorang resepsionis imut ke sebuah ruangan kosong, saya pun disodorin segelas air putih dingin dan sebuah formulir data diri untuk diisi. Tak lama kemudian seorang pria tinggi besar dengan wajah India memasuki ruangan. Kemudian dia pun memperkenalkan diri dan menjelaskan mengenai perusahaan tersebut. Oh rupanya orang Pakistan. Sebut saja Mr. Talib. Beliau pun mulai menjelaskan bagaimana perusahaan ini adalah perusahaan headhunters internasional dengan cabang di puluhan negara, fokus di bidang teknologi, finance, lalalala…lilili…saya sampe nggak inget lagi.


Setelah itu saya pun diinterview sambil beliau melihat salinan resume saya untuk dicocokkan. Kemudian beliau takjub dengan pengalaman kerja saya. Disana terlihat sekali kalo saya ini adalah kutu loncat :p. Nyaris semua nya nggak pernah lebih dari setaun. Bahkan yang di Jepang pun cuma setaun. Cuma di MGTH saja saya betah sampe 2 taun. Dia pun bilang bahwa itu akan sangat memperburuk situasi. Resume saya dianggap kurang bagus. Lalu pertanyaan berikutnya diajukan, kenapa kok sering pindah-pindah. Saya jawab karena saya pembosan dan saya mencari tantangan lain. Dia cuma bisa tertawa.

Saya pun teringat di salah satu interview di Jakarta. Pada saat itu saya diinterview oleh Presdir, sang putra mahkota dari salah satu grup perusahaan yang cukup besar di Gatot Subroto. Beliau bertanya kenapa kok saya mau melamar di perusahaan nya. Saya jawab karna saya mencari tantangan dan tawaran yang lebih menarik. Beliau pun bilang (dengan harapan saya salting dan jaim, lalu skak-mat deh), kalo misalnya nanti ada tantangan menarik di tempat lain berarti saya bakal pergi dari perusahaan nya donk. Saya jawab dengan pasti, “Iya, pasti itu!“. Beliau cuma ngakak dan speechless. Skak-mat, bos! :p

Kembali lagi ke Mr. Talib, mungkin beliau mengira saya terlalu jujur menjawab. Padahal ya nggak juga. Saya nggak kasi tau kalo di perusahaan pertama saya keluar karna ribut dengan big boss Di perusahaan kedua saya mengundurkan diri karna berkelahi sama temen kantor yang penjilat yang nyaris saya timpa dengan kursi. Dan dii tempat ketiga, Bolenyet, saya kena restrukturisasi alias di-PHK. Kalo dia denger dijamin mulutnya bakal menganga sampe rahang nya jatuh ke lutut.

Akhirnya beliau pun bilang kalo nggak bisa bahasa Jepang, peluang saya sangat tipis dan nyaris mustahil untuk mendapatkan kerjaan di Jepang. Nah…yang nyaris-nyaris ini yang saya suka. Dia juga menyarankan untuk mencari sendiri lowongan-lowongan kerja di internet. “Yeah…tell me something that I don’t know, man”, pikir saya. Kan sebelum ketemu udah saya kasi tau di email kalo saya nggak bisa bahasa Jepang. “Saya sudah beberapa tahun disini dan nggak bisa bahasa Jepang”, kata nya. “Naah..that’s interesting”, pikir saya lagi :p.

Lalu dia pun pamit sebentar dan kembali dengan beberapa lembar print-out perusahaan-perusahaan yang mencari staf IT. Nggak cocok semua sih. Masa saya jadi system analyst atau programmer. Bisa meledak semua itu program :p. Akhirnya dia kembali mengatakan kalo tanpa bahasa Jepang, dia pesimis bisa mendapatkan pekerjaan untuk saya. Saya pun mengatakan nggak papa. Belum pernah saya liat lowongan desainer yang syarat utama nya adalah mampu berbahasa tertentu, bukan portfolio/hasil karya *eqeqeqe*.

Akhirnya pertemuan itu pun diakhiri, dan beliau mengingatkan saya kembali untuk mencari sendiri lowongan kerja nya dan mengucapkan semoga beruntung.

He wasted my time for about 2 hours *hayaah…*

Interesting story? Share it to your friends:

  • Facebook
  • Twitter
  • Digg
  • del.icio.us
Comments
 
  1. Kania says:

    Terus kelanjutannya apa Mas….. ???

    Koq kagak ada kabarnya tha ???

  2. joko says:

    wkakakak… teteup berjuang yak..
    Iyah, untuk urusan kerjaan, jepung emank sering pilih kasih ama kita. Makanya lebih banyak yg ’salah jurusan’ kalo kita ada disanaxD

  3. soyuz says:

    @kania: kelanjutan apa? kabar apa?

    @joko: iya, tengkyu. yap begitulah sistem disini. agak2 ‘diskriminatif’ emang si ’sodara tua’ kita itu qeqqeqqeq..

  4. tedtod says:

    terus2…terus lanjut part 3..

  5. maya says:

    hihihi iya neh, tar kayanya part 3 nya seru neh hehheehe.

    btw, tu cowo tinggi keren gag mo balik aja ke indo buat maen sinetron getho??? laku pasti :d

  6. Kania says:

    Iya Kelanjutan ceritanya donk hehhehe….. Mas kamu jarang OL lagi yah ?? Nga isa ngbrol2 meneh iki. Serasa kehilangan sesuatu yang berharga. Nga bisa cerita2 dan nga bisa curhat lagi hiks hiks hiks…

  7. Mei Mei says:

    botakkkkkkkkkkkkk
    kangennya sayahhhhhhhhh heiohioehioehioehioehe
    lama ga nguburul2 nih x(
    dikao apa kabarr
    masi idup tentunya berhubung blog ne masi aktip
    blog sayah sih uda pengsan gara2 gue ga ada waktu nulis
    waktu lowonk sayah pake buad molor soal ne LOL xD

  8. soyuz says:

    @maya: tuh cowo tinggi keren gag mau. gak fotogenik kata nya :p

    @mei: qeqeqeqqe…iya masi idup. mollor muluw nih. dasar kebo xD

Add Yours

Line breaks are converted automatically. Please make sure that you have read the post before posting your thoughts. A valid email is a must but don't worry, it will never be displayed anywhere on this website. It is greatly appriciated if your comment could exceed 3 written lines. Please be polite and thoughtful of others. Comments which are derogatory will be deleted.

Please stay on topic: no name-calling, flaming or trolling. Spam and irrelevant comments will be deleted, your IP will be banned, and any URLs in your comment will be blacklisted.