September, 2007
9.26.07

We are a healthy human being that God created

Kata pepatah, ‘waktu’ itu sangat cepat berlalu. Dan itu ada benarnya juga. Lalu katanya cuma satu hal di dunia yang nggak bisa diajak kompromi, yaitu ‘waktu’.

Kita lahir, tumbuh dewasa, tua, dan kemudian meninggal. Saya sering ngerasa kaget, nggak terasa tiba-tiba aja udah dewasa. Padahal kayaknya baru kemaren lulus SMU. Tapi banyak juga orang yang masih nggak tau what’s the point of life. Membuang ‘waktu’ untuk hal-hal yang nggak mutu.

Udah lama saya sadar kalo ‘waktu’ itu gak sopan. Berlari terus tanpa peduli kita udah siap atau belum. Nggak bisa dan nggak ada tombol “pause” dan “rewind”. Bahkan di pilem Click pun nggak ada, cuma ada “forward”.

Makanya saya selalu menikmati setiap detik yang berjalan. Apapun kondisi nya. Lagi hepi, lagi hang-out dengan temen, makan, lagi ada problem. Karna sayang banget kalo waktu dipake untuk ngedumel, ngomel, marah-marah, stress. Toh ‘waktu’ juga nggak akan peduli dan menunggu kita selesai ngedumel.

Continue reading →

9.14.07

It’s all about reality and making some noise

Setelah kantor gemblung tempat saya bekerja pertama kali di Jepang mengumumkan tentang kebijakan ‘dirumahkan’ nya saya dan temen saya, kami pun segera memulai pencarian tempat kerja baru.

Saya kurang tau tentang temen saya itu, cuma seingat saya dia juga melakukan kontak dengan seluruh teman nya, yang saya tau merupakan penggede-penggede di beberapa institusi BUMN di Jepang. Tapi daripada terlihat sok tau, lebih baik saya cerita tentang saya aja :p.

Sebelum mulai mencari lowongan, saya udah punya beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh si calon pemberi kerja. Jadi bukan mereka aja yang bisa pilih-pilih calon karyawan nya, saya juga bisa donk pilih-pilih calon bos saya.

Continue reading →

9.7.07

We don’t sleep to dream, we sleep to build stamina

Setiap orang pasti memiliki impian yang sama, bisa ke luar negeri. Entah itu untuk jalan-jalan, studi, ataupun bekerja. Saya pun terus terang pernah punya impian itu, walopun nggak terlalu ngebet. Saat itu impian itu nggak pernah saya perjuangkan. Cuma beberapa saat dan kemudian saya pun lupa :d.

Memang banyak sekali yang memiliki impian, tapi jarang yang berani mencapai atau berusaha mewujudkan nya. Entah karna banyak pertimbangan, kurang nekat, atau karena besarnya rasa pesimis dan minder serta takut (dalam konteks meninggalkan zona kenyamanan).

Banyak yang menanyakan ke saya gimana sih caranya bisa kerja di luar negeri. Mengenai cara untuk bekerja di luar negeri, saat ini yang terpikir oleh saya baru dua. Pertama, melalui jalur pendidikan. Jalur ini jelas nggak mungkin buat saya. Ortu nggak punya mesin cetak uang, dan saya juga malas belajar yang kayaknya gak cocok buat ikut beasiswa :d.

Continue reading →