Setelah kantor gemblung tempat saya bekerja pertama kali di Jepang mengumumkan tentang kebijakan ‘dirumahkan’ nya saya dan temen saya, kami pun segera memulai pencarian tempat kerja baru.
Saya kurang tau tentang temen saya itu, cuma seingat saya dia juga melakukan kontak dengan seluruh teman nya, yang saya tau merupakan penggede-penggede di beberapa institusi BUMN di Jepang. Tapi daripada terlihat sok tau, lebih baik saya cerita tentang saya aja :p.
Sebelum mulai mencari lowongan, saya udah punya beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh si calon pemberi kerja. Jadi bukan mereka aja yang bisa pilih-pilih calon karyawan nya, saya juga bisa donk pilih-pilih calon bos saya.
Beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh si pemberi kerja yaitu:
Terus terang saya nggak mengirimkan beratus-ratus lamaran asal tembak seperti orang frustasi. Selama saya mendekati masa ‘dirumahkan’ dan nganggur, saya cuma kirim 6 lamaran Semua di bulan Mei-Juni. Tiga untuk perusahaan Jepang dan tiga lagi untuk non Jepang.
Sedangkan 4 lagi (yang pada akhirnya belum sempat saya kirim karna keburu diterima di Yes!) merupakan special edition. CV yang dibuat khusus, lain dari yang lain dan unik, hanya untuk Wieden+Kennedy Tokyo, Ogilvy & Mather Japan, Dentsu, dan Hakuhodo. Save the best for last :d.
Mungkin agak terlihat arogan bagi seseorang yang pengangguran seperti saya. Tapi terus terang bukan itu, saya nggak bermaksut sombong. Hanya saja saya punya pede sejuta, cuek, dan nekat :p. Saya yakin banget kalo saya pasti dapet.
Perusahaan Jepang yang beruntung menerima CV saya adalah digital/interactive agencies yg ngetop disini dan memang lagi cari desainer, yaitu Bascule, Business Architect, dan Asian Culture Organize. Perusahaan ecek-ecek sih nggak saya kasi. Jadilah besar dulu ya, nak :p.
Di email yang saya kirim pun, saya udah cut the chase, saya langsung katakan kalo saya ini nggak bisa bahasa Jepang. Take it or leave it. Tujuan nya supaya jangan ada yang buang-buang waktu saya (walopun akhirnya dibuang-buang juga oleh para headhunters baik hati itu :p).
Email saya langsung dibalas, berisi permintaan maaf karena mereka mencari orang yang bisa berbahasa Jepang. Mereka sama sekali nggak melihat hasil karya saya, cocok dengan dugaan saya.
Sedangkan untuk perusahaan asing nya, pertama adalah sebuah studio motion graphic yang memiliki studio di Tokyo dan Paris. Didirikan oleh seorang pria berkebangsaan Prancis. Dia mencari seorang graphic designer yang bisa 3D dan After Effect. Saya sempat diinterview, dan saya nggak berminat karna nggak masuk kriteria.
Kedua, Yes! Communications. Yup, kantor saya sekarang ini. Sepertinya mereka memang berjodoh dengan saya :p. Perusahaan ini didirikan oleh Tom dan Jon (yang pada akhirnya keluar dan menjalankan bisnis sendiri), alumni dari IMG SRC, sebuah digital agency paling top di Jepang.
Mereka memiliki satu online magazine yang populer dan selalu saya kunjungi sejak pertama kali tiba di Jepang, PingMag. Desainer atau orang yang suka desain pasti tau. Website ini memuat banyak sekali ulasan tentang art, culture, dan desain dengan porsi 70% Jepang dan sisanya tentang art dari negara lain. Worth a visit.
Saya mengirim lamaran dan diinterpiu pada bulan Mei saat masih bekerja di kantor gemblung itu. Saya berminat sekali masuk ke Yes! Karena mereka lolos semua kriteria saya. Tapi pada saat itu saya ditolak karena mereka mencari web desainer yang sekaligus bisa programming.
Perusahaan ketiga yaitu Kudos, sebuah perusahaan dari Inggris yang bergerak di bidang membership program. Informasi lowongan nya saya dapat dari my man, Andy Laver.
Perusahaan ini berencana untuk ekspansi ke bidang desain grafis dengan membuka satu divisi kreatif, dan mencari seorang superman yang akan membantu merencanakan, membangun, dan memimpin divisi ini. Sangat soyuz sekali :p
Saya udah interview 2 kali dengan GM nya, dan feeling saya mengatakan kalo mereka lolos sebagian besar kriteria, hanya gagal di dresscode.
Jadi terus terang saya sangat berminat masuk kesana karna tantangannya itu soyuz banget gitu lowh :p. Tapi sayang di tengah jalan mereka diakuisisi oleh sebuah perusahaan investasi dari London, jadi nya buyar semua deh business plan nya dan status saya menggantung, padahal udah 99% saya akan diterima.
Di saat saya masih berharap pada Kudos, datanglah email dari Yes! bulan Agustus kemaren, menanyakan apa saya masih available dan berminat bergabung. Tentu saya masih available. Soal minat sih tunggu dulu, saya masi menunggu info dari Kudos soal status saya.
Tapi pada saat interpiu semua berubah. Begitu saya denger rencana-rencana project yang akan digarap, saya langsung menyetujui pinangan mereka. Nggak tahan sayah kalo dikasi project-project yg menantang.
Saya cuma minta syarat kalo Tom harus membimbing dan mengarahkan saya serta menurunkan ilmu nya buat saya karna saya nggak mau berenti hanya sebagai art director biasa aja, terima gaji dah puas. Saya bilang kalo saya mau dikenal secara global. I wanna be someone.
Dan keputusan saya memang benar. Saya udah menyelesaikan 2 project dan wawasan saya jauh bertambah setelah ada arahan kreatif dan bimbingan dari Tom.
Di project ketiga yang sekarang saya kerjakan, saya tersangkut. Desain saya bagus, simple, rapi, bersih, dan fresh tapi belum bisa menunjukkan sisi emosional dan belum ada personality nya.
Tom pun bilang supaya project ketiga itu distop dulu, dan dia memberi saya pe er. Membuat satu experimental project dalam waktu satu minggu, dan gak akan dikasi kerjaan lain. Fokus ke eksperimen ini, yang nantinya akan dipakai sebagai panduan dalam project berikut nya.
Bole ilustrasi, kerajinan tangan, short movie, apa aja. No rules. Jadi kayak Tugas Akhir mahasiswa jurusan Komunikasi Visual nih :d. Dan yang paling penting, “Surprise me!”, katanya *glek!*.
Saya masi bingung gimana mau mengejutkan seorang creative director yang super kreatif kayak dia, yang pernah bikin takjub om Issey Miyake dan bikin shock jajaran executive creative director Dentsu, perusahaan creative nomer 1 di seluruh daratan Jepang.
Jadi nya selama satu minggu ke depan, saya sedang memasuki kawah Candradimuka, dimana saya ditempa untuk menjadi art director yang handal jaya, karena project berikutnya (yang berkaitan dengan eksperimen ini) berskala sangat besar yaitu overhaul the whole brand dari Yes!, alias rebranding total. Bukan logo tapi lebih kepada identitas perusahaan, personality, culture.
Tom bilang kalo experimental project ini akan membantu saya melepaskan kekangan imajinasi liar saya dan membuat saya banyak mendapatkan pelajaran dalam mempersiapkan diri menjadi design director.
Tampaknya experimental project ini bisa jadi pembuka jalan buat mendapatkan recognition di industri desain Jepang, asal otak pemalas saya nggak nge-hang aja nih selama proses nya :p.
Long weekend…Saat nya badai otak!
maju jaya..!! rahmat sentosa…!! garaaaapp…!!
(kok kayak nama toko ya..:p)
betapa irinya aku..andai tempatku bekerja seperti itu..
Mmmh.. brainstormingna berhasil ya.. dah siap2 handstand sambil brainstorming donks.. kekekeke
i’ll be more than happy if i can help you with anything. come down to shibaura, check out some of my books, play xbox, experiment with my camera, anything..who knows it may give you some idea. give me a call anytime if you want to :-) Blessing, bro’..
kupikir, saking exciting-nya saban kali ngomongin kantor baru soyuz ngomong Yes ! sendiri, gag taunya emang kantornya namanya Yes ! yah :d …xixixi..btw,have fun with the project yah hehehe
Asik kali yah kalo kita disini jg bs pilih2 bos huehehehehe:p.. Mau jg deh.
semangat..semangat… semangat buad dapetin recognition.
asal ntar nggak jadi kutu loncat lg yak.
Btw.. digital agency itu kayak apa siy..
Maju terus pantang mundur…..selamat berkreasi dan berinovasi. Kreativitasnya ditunggu.
waaaah, soyuzz
kereeeen :)
mudah-mudahan aku bisa melebihi soyuz :) amin.
@tedtod: hahahaha… ntar agency kita kayak gitu ae.
@sakuralady: hohoho..thanks. skarang sih blom bisa. mau handstand aja udah kejedug qeqeqeq
@andy: thanks man!
@maya: xixixixi…iyah, namanya Yes!. tengs yah.
@joko: bisa kok. dari dulu saya selalu pilih calon pemberi kerja lho :). kalo soal kutu loncat sih nggak bisa janji :d.
digital agency itu istilah keren nya perusahaan web tapi gak sekedar desain, tapi udah termasuk strategic planning de el el nya.
@kania: tengs
@anastasia: huaaaa..anastasiaaa…kmana aja? lama nggak nongol. sibuk bikin kue yah?
iyah pasti bisa dan harus bisa :)
bukan, sibuk bikin rendang :D sama aku coba melepaskan diri dari kerjaan yang melenakan. *hihihi*. Bulan depan, mudah-mudahan aku memulai pekerjaan di tempat baru. Hampir barengan ya? Ayo, semangat!
loh udah isa bikin rendang yah? mauuuk :d
wah..selamat melepaskan diri :d
[...] setelah menganggur selama empat bulan. Rapat kali itu sebenarnya merupakan arahan dari sebuah proyek eksperimen yang harus dia kerjakan. Semacam tugas untuk mengeksplorasi imajinasi [...]