Sabtu kemaren akhirnya saya pindahan. Sepertinya weekend kemaren adalah weekend tersibuk yang pernah saya rasakan :d. Dimulai dari Jum’at malam, saya nggak bisa pulang ke Chiba karena perayaan menyambut saya sebagai karyawan terbaru di kantor. Acara makan-makan nya selesai jam 12 kurang dan udah gak ada kereta ke Chiba. Akhirnya saya balik ke Chiba keesokan hari nya.
Beruntung saya udah packing sebagian, sebagian lagi menunggu last minute seperti biasa :p. Setelah tiba di Yachiyo pukul setengah 11 pagi, saya langsung beres-beres barang karena rencana nya mobil yang akan mengangkut barang dan mengantar saya akan tiba jam 12 atau 1 siang. Nggak tau nya molor sampe jam 2 siang baru tiba. Mobil nya terjebak macet. Ternyata ada macet juga ya di Tokyo :d.
Setelah semua barang terangkut, saya pun pamit ke room mate *tapi nggak pake peluk cium, cowo soalnya*, lalu kami (saya dan Yusaku san) segera berangkat menuju Chofu. Sempat sms ke temen cowo ini, ngabarin kalo saya baru berangkat. Saya ada janji dengan dia, minta temenin ketemu ama bapak kos karna pasti bakal ngobrol pake bahasa Jepun dimana itu merupakan salah satu kelemahan saya *xixixixi*.
Selama beberapa bulan ini saya hidup di pengungsian alias nebeng menetap di apartemen temen saya di wilayah Chiba. Menyenangkan sih, saya suka sekali dengan daerah Yachiyo. Tenang, masih banyak tempat terbuka, dan nyaman. Apartemen temen saya juga dekat dengan tempat-tempat strategis (baca: tempat makan) yang buka sampai tepat tengah malam atau 24 jam. Supermarket juga demikian. Terus terang ini sangat membantu saya yang selalu pulang malam.
Cuma ndak enak juga jadi pengungsi. Apalagi selama ini (di Jakarta) saya selalu berselisih kalo harus berbagi kamar. Biasanya karna ritme atau pola hidup yang berbeda dengan room mate, misalnya saya suka pulang malem saat mereka tidur. Kadang hal itu berisik buat mereka. Tapi gimana yah, saya emang suka beredar :d.
Atau kebiasaan begadang kalo lagi ada kerjaan. Ini juga mengganggu mereka, karena berisik nya suara keyboard dan mouse, atau karena lampu masi menyala sehingga mereka nggak bisa tidur. Gimana juga yah, saya kan desainer handal jaya, jadinya banyak orderan :d.
Kamis, waktu telah menunjukkan pukul 21.40. Suasana di stasiun Hibiya sangat penuh dengan orang-orang yang baru pulang kerja. Saat kereta tiba, orang-orang berdesakan memasuki kereta, mencoba peruntungan siapa tau bisa mendapatkan tempat duduk karena perjalanan pulang masih panjang.
Kereta pun mulai bergerak meninggalkan stasiun dengan perlahan. Di salah satu sudut dekat pintu seorang gadis terlihat berdiri menyandar di pojokan sambil merapatkan kedua tangan nya seperti dalam posisi berdoa. Tidak cantik dan tidak jelek.
Kereta pun tiba di stasiun berikutnya. Limpahan orang yang baru pulang kerja terlihat sama banyak nya dengan di stasiun sebelumnya. Si gadis pun semakin terjepit dan tidak bisa bergerak. Seorang pria paruh baya, sekitar 40-45 tahunan. dengan tinggi semampai, berpakaian jas lengkap layak nya salary man (karyawan) dan berkacamata berdiri tepat di depan si gadis.