3.25.08

Run and tell all of the angels, I learn to fly – part 1

Setiap orang yang tau kalo saya bekerja di Tokyo, pasti akan selalu melontarkan pertanyaan serupa tapi mirip, “Enak banget! Gimana sih cerita nya kok bisa dapet kerjaan di Jepang? Cuma bisa pengen nih!”

Hampir semua orang pasti telah membayangkan, memimpikan bagaimana mereka bekerja di luar negeri. Keren, gaji gede, dan mitos-mitos lain yang bikin keblinger.

Terhadap pertanyaan itu, saya pasti selalu memberikan jawaban yang beda, tergantung medium nya. Kalo yang menanyakan melalui komen di blog, pasti jawaban yang muncul adalah, “Tunggu di postingan berikutnya”; di mana postingan berikutnya itu bisa berarti postingan setelah saya membalas komen, bisa juga setelah postingan beberapa bulan sesudah nya :p.


Kalo yang menanyakan melalui instant messenger, jawaban yang muncul bisa berubah sesuai mood. Kadang saya bilang, “Hmm..waktu itu gue lagi bengong gak ada kerjaan, trus iseng-iseng ambil sarung dan dijadiin sayap kayak superman, ketiup angin, terbang, eh ternyata nyampe di tokyo deh…”; dan biasanya ndak ada yang percaya :d.

Kalo cuaca lagi bagus, saya akan jawab jujur dan apa adanya tapi secara singkat, karna proses nya sebenernya cukup panjang dan saya nggak minat bercerita lewat instant messenger.

Lagipula saya udah merencanakan untuk membuat tulisan khusus disini mengenai asal mula saya bisa bekerja di tokyo. Tujuan nya agar saya nggak perlu menceritakan berulang-ulang kepada setiap orang yang bertanya. Nanti saya cukup menjawab, “Gimana kalo baca aja di blog gue?”, sambil nyengir. Ide yang cerdas, bukan? :p

Tujuan yang lebih mulia yaitu agar tulisan ini bisa memberikan manfaat buat yang membaca. Siapa tau bisa menjadi inspirasi dan bisa membantu memutuskan langkah selanjutnya dalam mewujudkan impian. Supaya jangan cuma terhenti di rasa pengen, trus berangan-angan, terbawa mimpi. Karna itu tidak baik buat kesehatan. Bisa menimbulkan rasa iri, patah semangat, perilaku yang selalu menyalahkan keadaan, dan lain-lain. Termasuk menyebabkan jerawatan :p.

Semuanya berawal di suatu siang yang panas dan terik di daerah Karet Kuningan, taun 2005…

Do you really fly?

little angelSeperti biasanya saya bekerja di kamar kos, semenjak memutuskan untuk terjun di dunia freelance secara fulltime. Saat itu dengan bermodalkan persenjataan sebuah komputer, sebuah henpon Nokia yang CDMA plus satu nomor paska bayar dari Starone sudah membuat saya bisa menjalankan usaha dengan lancar makmur.

Saat itu saya sedang sibuk browsing sambil ngerjain pesenan desain dari salah satu klien, dan tiba-tiba muncul jendela Yahoo Messenger dari temen saya yang dulunya kerja di Bolenyet juga sebagai senior desainer.

“Yuz, lo mau kerja di Jepang nggak?”, dia membuka percakapan. Saya pun menjawab, “Mau aja. Iseng-iseng sapa tau dapet”. Terus terang saat itu saya nggak antusias dan hanya menanggapi nya setengah mateng.

Ya, memang pernah terlintas sekelebat ide untuk kerja di luar negeri. Kalo saya bilang nggak pernah, berarti saya melakukan kebohongan publik :p. Tapi ide itu cuma hangat-hangat upil kebo, lha wong namanya juga sekelebat.

Saya berpikir, cuma dengan bekerja di luar negeri saja yang bisa menyelesaikan masalah keuangan yang dialami keluarga saya. Tanpa pendapatan yang sangat tinggi, mustahil buat manusia biasa untuk menyelesaikan masalah keuangan yang udah seperti lingkaran setan. Bukan manusia biasa pun ndak bisa sepertinya, termasuk saya :d.

Tapi di sisi lain, saya juga udah menikmati keadaan saya saat itu. Usaha yang lancar dan banyak peluang, orderan datang tanpa perlu dicari, temen-teman dan relasi melimpah, lokasi kos yang strategis, trus bisa menyalurkan hobi ribut ama tukang copet **yang ini jangan ditiru :d**, dan seandainya pengen pulang ke surabaya ya tinggal beli tiket pesawat di travel agent yang lokasi nya cuma selemparan kolor dari kos. What a life! :d

Lalu tiba-tiba terbersit ide cemerlang di kepala. Hey!..mungkin inilah jawaban dari atas, karna Dia liat kalo saya lulus dari uji coba selama belasan taun yang buat orang biasa mungkin (mungkin lho) udah menyebabkan desperado. Selain itu andaikan saya terpilih, bisa jadi a new beginning dan bisa menyelesaikan beberapa problem sekaligus. Sekali tepuk dua macan, sekali dayung dua-tiga hari capeknya negara terlampaui, sambil menyelam minum frappucino.

Lalu temen saya meneruskan email yang dia terima dari si sumber informasi ini, yang isinya mengenai sekilas rencana pembuatan dan pengembangan website e-commerce di Jepang oleh salah satu perusahaan di sana, serta apa aja yang perlu dipersiapkan dan dikirimkan ke bapak pemilik informasi itu andaikan saya berminat ngelamar kerjaan itu.

Start to flap the wings

Bapak pemilik informasi itu (yang untuk selanjutnya saya panggil dengan Bang Lubis) pernah bersekolah dan bekerja di Jepang selama kurang lebih 10 taun. Beliau memiliki seorang rekan orang Jepang yang kemudian menjadi komisaris di salah satu perusahaan investasi di Tokyo. Perusahaan inilah yang berencana untuk memperluas bisnis nya dengan mendirikan departemen Business Development dan merekrut seorang desainer serta programmer web.

Saya sendiri kurang tau hubungan antara kedua orang tersebut, bagaimana mereka bertemu, dan lain sebagainya, karena saya nggak tertarik. Yang pasti hubungan mereka selayaknya anak dan ayah. Itu saja yang bisa saya perkirakan.

Eniwe, saya pun mulai berhubungan dengan Bang Lubis -baik lewat email ataupun SMS- untuk bertanya dan diskusi, terutama terkait dengan persiapan untuk melamar kerjaan ini. Selain itu juga saya bolak-balik ke kantor nya Bang Lubis (yang selanjutnya saya singkat aja jadi BL) saat siang bolong yang terik dibonceng oleh bang ojek di daerah Mangga Dua untuk mengantarkan dokumen-dokumen yang diminta oleh pihak Tokyo. BL yang kemudian mengirimkan semua dokumen dari para calon pelamar ke Tokyo. For free :d.

Setelah beberapa kali bolak-balik dibonceng tukang ojek karena kurang lengkap nya dokumen saya, pada akhirnya saya menerima juga panggilan untuk interpiu. Bersama kedua teman saya, kami pun janjian bareng-bareng menuju hotel Shangri-la, tempat interpiu akan dilangsungkan. Bapak komisaris, seorang staf nya yang akan jadi kepala departemen Business Development **yang berarti calon bos saya kalo saya lulus :d**, serta BL akan ada disana.

Setiba nya disana, kamipun segera menuju salah satu ruangan business room yang disewa oleh bapak komisaris. Disana sudah berkumpul beberapa calon pelamar lain yang semua nya adalah programmer. Jadi pesaing saya adalah rekan-rekan saya sendiri. May the force be with us all :d

Interesting story? Share it to your friends:

  • Facebook
  • Twitter
  • Digg
  • del.icio.us
Comments
 
  1. nat says:

    lanjuuuttttttttt

    btw si BL teh sapa sih??

  2. Kania says:

    Itu dari awal udah pasti mas yang lolos. Wong pesaingnya programmer, yang dicari designer qeqeqeqe…….
    Terus lanjutannya apaaa……
    ***lanjutannya jaman yang akan datang ehhhe…*****

  3. maya says:

    wahhhhh nanggung neh , kaya lagi enak-enaknya makan , lom kenyang tapi makanannya dah abis ..menyeksa neh , tambah dunk tambah …:d

  4. soyuz says:

    @chubby:
    di sebuah iklan…
    -/-: ini teh susu
    +/+: neng mau susu?
    o/o: mau. tapi nggak pake teh
    **garink :p**

    BL itu ya BL. nggak tau si senior desainer itu kenal dari mana :d

    @nia: eh? sapa bilang semua nya programmer? :d

    @maya: xixixi…sengaja, biar ngigo :p

  5. sakuralady says:

    piye kabar e mas soyuz? ha ha, emang tipe penulis sinetron neh.. suka bikin cerita part part an.. dah gemes kudu nunggu mood penulisnya lagi buat baca postingan berikut.

  6. Kania says:

    ‘Disana sudah berkumpul beberapa calon pelamar lain yang semua nya adalah programmer.’

    Lha kui sing nulis sopo mas ??? Masak adik hehehhe……….

  7. arman says:

    hei salam kenal…
    interesting story… ditunggu ya lanjutannya…

  8. Mei Mei says:

    set deh. demen aja pake part sgala
    lanjutannya bow~~!! updetnya jgn sebulan skale yaaa –’

  9. soyuz says:

    @sakuralady: kabare baik2 aja. piye kabare mbak sakuralady?
    qeqeqe…untung nya nggak sepanjang sinetron. tersanjung 1 sampe tersandung banyak :d. tar mo dibuat jadi dorama loh :p

    @nia: brarti kurang menyimak :d

    @arman: halo. salam kenal juga. tengs ya. iya nantikan lanjutannya setelah iklan berikut2 nya :d

    @mei: iya dong xD. kalo gak pake part nanti kepanjangan loh :d
    updet nya tar liat2 cuaca dulu xD

  10. Kania says:

    Emang nga nyimak kayaknya……..maaf :d.

  11. Agung Frans says:

    “Setelah beberapa kali bolak-balik dibonceng tukang ojek karena kurang lengkap nya dokumen saya, pada akhirnya saya menerima juga panggilan untuk interpiu.”

    Jadi inget waktu pertama kali kerja dulu, motor nggak ada…
    Tapi bagusnya, kita jadi semangat untuk menghadapi hidup!

  12. tedy ang says:

    gini tho awal mulanya…

Add Yours

Line breaks are converted automatically. Please make sure that you have read the post before posting your thoughts. A valid email is a must but don't worry, it will never be displayed anywhere on this website. It is greatly appriciated if your comment could exceed 3 written lines. Please be polite and thoughtful of others. Comments which are derogatory will be deleted.

Please stay on topic: no name-calling, flaming or trolling. Spam and irrelevant comments will be deleted, your IP will be banned, and any URLs in your comment will be blacklisted.