4.1.08

Run and tell all of the angels, I learn to fly – part 2 (end)

Wajah tegang dan gugup tampak terpasang di semua kandidat **kecuali saya, mungkin :p**, karna buat mereka, ini adalah satu-satunya peluang emas untuk mewujudkan asa dan melangkahkan kaki ke Jepang.

Sedangkan buat saya, nggak masalah saya diterima atau nggak, dikirim ke Jepang, Amrik, atau ke Timbuktu **tapi ke Timbuktu kayaknya kalo saya berbuat kriminal dan perlu tempat melarikan diri aja deh :d**. Buat saya yang penting saya bisa dapet duit nya banyak **cowo matre…cowo matre…ke jepang laut aje :d**.

Dan saatnya pertunjukan dimulai. Satu persatu kandidat dipanggil ke salah satu ruangan kecil tempat interpiu akan dilakukan, ditemani oleh BL. Disana telah menanti bapak komisaris dan calon bos saya :d.

Saya mendapatkan kesempatan yang terakhir di antara para kandidat desainer, yaitu setelah si A yang merupakan head desainer saya di Bolenyet dan si B, senior desainer saya di Bolenyet yang ngasi informasi lowongan ini. Para desainer Bolenyet emang handal jaya :d.

Do you really have wings?

Dengan diantar oleh BL, saya pun memasuki ruangan interpiu. BL pun memperkenalkan saya kepada beliau-beliau yang ada di dalam ruangan. Duduk di sudut ruang berukuran 3×3 m itu adalah bapak komisaris, kita sebut saja dengan Pak Matsumoto. Seorang pria berusia lanjut dan beruban, yang dari penampilannya saya perkirakan usianya sekitar 60-70 taun tapi masih bersemangat layaknya anak muda. Beliau bangkit dari duduknya, menyapa dan bercakap-cakap ringan dengan saya dalam bahasa Indonesia yang sangat fasih. Orang nya menyenangkan.

Orang kedua yang saya liat, duduk di belakang meja direktur, seorang pria paruh baya yang saya perkirakan dari penampilan nya berusia sekitar 40 taun **dan ternyata salah! setelah tiba di tokyo, saya baru tau kalo dia hanya terpaut 3 taun lebih tua dari saya**. Beliau lah yang akan menjadi calon bos saya andaikan saya diterima. Kita sebut saja namanya adalah Pak Kusanagi.

Saya memandang nya dan ada sesuatu yang membuat saya yakin kalo orang itu bakal jadi trouble maker dan akan memancing hasrat saya untuk memoles jidat nya dengan botol sake **which was true later on, hasrat itu muncul setelah dua mingguan di tokyo :d**

Proses interpiu pun dimulai. Saya disuruh bercerita tentang diri sendiri, lalu Pak Kusanagi pun mulai bertanya ini-itu yang saya sendiri lupa apa saja pertanyaan nya. Di salah satu pertanyaan itu, Pak Kusanagi bertanya apakah saya menguasai Flash.

Saya pun menjawab, “Wah..Pak, kalo Flash mah saya bisa atuh. Kan ada di resume sayah. Saya juga sempat jadi pembicara di seminar animasi Flash. Gimana sih bapak ini? **kalimat yang terakhir ini cuma dalam hati**.

“Tapi saya ndak jago lho. Yang jago tuh temen saya, si A, yang baru aja Bapak interpiu sebelum saya. Dia jagoan neon, bisa Macromedia Flash dan Director, dan dulu adalah head designer di tempat kami bekerja”, kata saya melanjutkan.

Mungkin Pak Kusanagi heran, orang ini kok bukan nya mempromosikan diri sendiri malah memuji orang lain yang merupakan pesaing nya. Beliau pun bertanya lagi, Tapi kamu bisa kan?”.

“Ya iyaa laaah…Saya kan superman **kalimat yang ini juga ndak saya ucapkan**. Tapi sebatas animasi dan scripting ringan. Kalo udah yang ribet-ribet dan bikin gondrong sih nggak bisa. Si A itu yang bisa”, jawab saya.

Mungkin Pak Kusanagi berpikir saya disuap makanan atau cewe cakep oleh temen saya si A itu. Kok si A muluuu yang disebut :d. Padahal itu cuma refleksi kebiasaan kecil saya kalo menjalani proses interpiu dari sejak awal masuk dunia kerja. Jangan bohong mengatakan saya jago ini-itu yang ternyata diragukan kebenaran nya, karena hal itu bisa jadi bom waktu dan merugikan diri sendiri.

Pede dan promosi sah-sah aja **saya pede nya sejuta :p**, tapi ada batasnya. Jangan bohong. Seperti kata orang-orang, terutama di dunia desain seperti saya, “the works speak themself” **cieh…cieeeh..**

Lalu beliau pun masuk ke pertanyaan berikutnya. “Apa kamu bisa SEO? Saya pengen website nya nanti terdaftar di urutan atas di Google dan Yahoo.

“Boleh saya pinjam laptop nya?,” tanya saya sambil menunjuk laptop yang ada di hadapan beliau.

“Silakan,” kata Pak Kusanagi sambil menggeser laptop nya menghadap ke saya. Saya pun mulai membuka Yahoo dan mulai mengetikkan beberapa keyword yang memunculkan website saya dan beberapa website klien yang memang saya tau memiliki urutan yang bagus di Yahoo dan Google berdasarkan keyword terkait.

Saya putar kembali laptop nya menghadap beliau. Beliau pun berbicara dalam bahasa Jepang ke Pak Matsumoto, “Was..wes..wos..blablabla..trilili..dum di dumm” sambil nunjuk-nunjuk layar laptop nya.

Setelah beberapa pertanyaan lain, proses interpiu pun selesai. Karena dua temen saya itu bekerja di kantor yang sama, dan jalurnya lewat Sudirman, saya pun ngajak patungan naik taksi. Saya diturunkan di Sudirman karna sperti yang saya sebutkan,kos dan sekaligus “kantor” saya ada di lokasi strategis gitu lowh :d.

Dan hari-hari saya berlanjut seperti biasa. Saya juga ndak ingat lagi soal kerja di Jepang itu.

A strange spot in the sky

Waktupun terus berlalu semenjak interpiu itu. Saya tetap beraktivitas seperti biasa, penuh dengan kesibukan mendesain, dan ketemu calon klien.

Sampai suatu hari saya menerima telpon dari seorang wanita yang mengaku sekretaris dari sebuah perusahaan dan meminta saya untuk ke kantor mereka karena akan ada interpiu tahap kedua.

Sesuai dengan hari yang udah disepakati, saya pun menuju kantor mereka di daerah Rasuna Said. Disana saya bertemu dengan para direksi dari perusahaan tersebut yang merupakan perwakilan dari perusahaan yang ada di Tokyo.

Perusahaan ini adalah perusahaan asli tapi nggak asli. Asli karena terdaftar secara legal di Departemen Perindustrian. Nggak asli karena perusahaan ini nggak ada aktivitas apa-apa. Didirikan hanya untuk mempermudah pengiriman saya dan programmer yang terpilih.

Di pertemuan itu mereka mengabarkan bahwa saya lulus dan diterima **cihuyyy!!**, serta saya harus menyelesaikan beberapa urusan administrasi seperti kontrak dan lain-lain.

Singkat cerita, seorang programmer yang terpilih akhirnya berangkat ke Tokyo tanpa saya, karena saya masih bermasalah dengan beberapa dokumen, terutama karena latar belakang saya adalah sarjana ekonomi tapi bekerja sebagai desainer. Ini agak nggak masuk akal buat pemerintah Jepang. Belum tau mereka…kalo saya ini superman :p.

Akhirnya saya diminta untuk menunggu siapnya surat-surat dari Departemen Kehakiman Jepang. Sambil menunggu semua beres, saya diharuskan datang ke kantor setiap dua minggu sekali untuk ngambil gaji trus pulang.

Aktivitas saya sebagai freelance tetap berlangsung seperti biasa sambil setiap dua minggu sekali saya ke Rasuna Said memenuhi kewajiban saya ke perusahaan itu yaitu buat ambil gaji. Saya juga nggak memperdulikan apakah saya bisa ke Jepang atau nggak, lha wong gaji nya cukup lumayan dan kerjaan nyaris nggak ada. Nikmatnyaaa hidup ini :d.

A human being that was given to fly

learn to flyAktivitas seperti itu terus berlanjut selama beberapa bulan sampai tahun pun berganti. Sampai si programmer sempat cuti beberapa minggu pulang ke Indonesia, saya masi nyangkut di Jakarta. Saya sudah keenakan makan gaji buta :d.

Tiba-tiba suatu hari saya menerima telpon yang mengharuskan saya ke kantor untuk mengambil tiket pesawat ke Tokyo yang udah dibeli oleh perusahaan, dengan tanggal keberangkatan seminggu kemudian. Tiket ini adalah salah satu syarat yang harus ditunjukkan saat mengajukan visa.

Selain tiket itu juga diberikan selembar dokumen ijin kerja dari Departemen Kehakiman Jepang dan fotokopi identitas dari Pak Kusanagi selaku sponsor saya di Jepang.

Saya mulai berpacu dengan waktu. Saat-saat yang penuh tantangan dan banyak halangan semacam itulah yang akan membuktikan seberapa seriusnya kita dalam meraih impian dan memenuhi ambisi.

Segera setelah menerima telpon, saya pergi ke kedutaan Jepang di Thamrin untuk mengurus visa, yang pada akhirnya mereka menolak untuk memproses karena KTP saya adalah KTP Surabaya. Jadi saya harus ke Konjen Jepang di Surabaya **hayaahh..!**

Akhirnya saya ke travel agent yang selemparan kolor ituh, pesen tiket, dan brangkat ke Surabaya keesokan hari nya.

Tiba di Surabaya, saya langsung ke Konjen Jepang. Memasukkan formulir permohonan dan dokumen lain. Dan saya harus menunggu 4 hari kerja **jreeeeng..!!**

Yasudah, apa mau dikata. Udah gak bisa dipercepat lagi. Saya nggak bisa berbuat apa-apa lagi dan harus menunggu. Sisi positif nya, saya bisa ketemu ortu dan adik2 saya dan memanfaatkan waktu yang ada semaksimal mungkin karna tokyo itu jauh lho…bukan selemparan kolor lagi :d.

Sisi positif yang lain, saya bisa makan makanan favorit kedua saya…rujak cingur! ** yang terfavorit adalah masakan nyokap**. Saya cinta banget dengan makanan satu itu **arek suroboyo banget seh :d**

Rumah kontrakan kecil itu pun menjadi lebih ceria dan hangat karna telah terbuka jalan ke arah dimulainya kehidupan baru dimana ortu bisa tidur dengan nyenyak tanpa dihantui dan dikejar pertanyaan-pertanyaan, “Makan apa anak-anakku besok?”, “Siapa yang bayar uang kontrakan nanti?”, “Siapa lagi yang bisa diutangin ya besok?” dan seterusnya.

Kantor di Jakarta pun nggak henti-henti nya menelpon karena udah mendekati tanggal keberangkatan. Pada akhirnya saya minta agar tanggal keberangkatan nya ditunda karena terus terang nggak akan keburu kecuali saya bisa terbang kayak superman.

Akhir cerita, visa pun keluar dengan lancar berkat surat sakti dari Departemen Kehakiman Jepang itu :d. Saya kembali ke Jakarta dan mulai packing serta mengungsikan barang-barang saya ke rumah sahabat saya. Selain itu juga mengurus perubahan hari keberangkatan ke kantor Garuda Indonesia.

Dan pada tanggal 10 April 2006, saya mengejutkan dunia ** ya ndak seluruh dunia sih, cuma temen-temen dan orang-orang yang kenal aja** dan menjejakkan kaki di bandara Narita dengan satu misi, menaklukkan Jepang! :d

Interesting story? Share it to your friends:

  • Facebook
  • Twitter
  • Digg
  • del.icio.us
Comments
 
  1. winnz says:

    wow!!!
    10 april??
    bentar lagi, uda 2 thn dong????

  2. maya says:

    wooaaaaawww….kisah superman yg ini lebih menarik ketimbang yg di tipi :d , soyuz emang terbukti handal jaya hehehhee

  3. arman says:

    seru juga ceritanya.. hehe

  4. Mei Mei says:

    wah bapak superman ini emank top yak :P
    uda promosiin yg laen, mala dikau yg dapet xixixixi
    btw kog the end? ga ada lanjutan lagi tu?
    lanjut donk~! :P

  5. myrna says:

    waduh… kalo kamu bukan superman aja tapi superman + gatotkaca :p

    tapi aku salut lho… kisah hidupmu selama ini jadi motivator dan jadi inspiratif buat aku…

    maju terus ya

    GBU

  6. nat says:

    si A itu sapa :D
    penasaran..hehee…

  7. milka says:

    wuaduhhh om, ini serial flashback kok gak ngomong2, tiwas mumet mocone… *sambil tanyatanya sama seblah saya yg bulet banget*

  8. obeems says:

    inilah sepenggal kisah awal mula seorang anak muda bernama soyuzno bisa melanglang buana ke negeri samurai
    kekekekekekekek

  9. Kania says:

    Jadi Pembicara Animasi Flash :D
    Awal mula perkenalan dengan Masnya kayaknya. Bener nga mas ?? Itu berati 3 tahun yang lalu, setahun sebelum masnya berangkat ke Jepun.

    Ceritanya sangat inspiratif sekali. Semoga adik bisa menjadi adik superman heheheh….nga super2 banget tapi bisa mengambil arti dari setiap semangat dan perjuangan sehingga bisa kuat dan tegar seperti masnya ;).

    GBU always :D

  10. welly says:

    ugh.. seperti Superman emang, kalo ngeblog yuzno ttp jagonya, cerita2nya asik banget… seperti ‘menonton’ film. kayaknya lu cocok jadi pengarang nih yuz… sapa tahu ntar dibuat filmnya, daripada liat ‘horror’ melulu. haha

  11. soyuz says:

    @winnz: ho oh, tar lagi 2 taun :d

    @maya: superman yang ini blom bisa terbang :p

    @arman: tengkyu hehe..

    @mei: soyuz gitu lowh :p. wah maap, udah tamat. ndak ada lanjutan lagi xD

    @myrna: huehuehue…tengkyu. gatotkaca yg ndak berkumis :p.
    moga2 bisa termotivasi ya.

    @chubby: si A itu… :p

    @milka: kan di judul nya udah ada part nya, jadi dibaca mulai dari part 1 dulu :p

    @obeems: qeqeqeqe…

    @nia: iya 3 taun yg lalu. hehe..moga2 bisa bermanfaat buat yang baca.

    @welly: qeqeqeqe…iya nih tar mo dibuat dorama ama movie nya kalo perlu :d

  12. Kania says:

    Sangat bermanfaat pastinya. Lebih lebih bisa ikut kesana :D

  13. Agung Frans says:

    “the works speak them self” wah betul banget tuh Soyuz! Kita memang nggak usah bohong bilang bisa tentang satu kerjaan. Bilang aja bisa dikit, gitu…hehehe.

    Aku heran ama kamu, di Indonesia aja kita lumayan susah bergelut dibidang design. Eh kamu malah main-main diJepang. Hebat bener!!

    By the way, bulan ini aku juga berangkat ke Jepang (Osaka)nih ikut istri. Mudah-mudahan bisa dapat kerjaan web design, kalau nggak ya terpaksa deh kerja direstaurant.

    Kalau ada, minta infonya ya…

  14. selvy says:

    Wow, pak, inspiratif banget ceritanya! Lagi blogwalking nih, boleh saya add blog bpk di blogroll saya??

  15. soyuz says:

    @agung frans: heheh…menurutku sih ndak susah sebenernya gelut di desain :d

    sip, tar dikabar2i kalo ada ya.

    @selvy: tengkyu dah mampir. monggo lho kalo mo di add.

  16. tedy ang says:

    salut….salut yahud!!!

    baru ngerti, waktu itu masih cemen ga ngerti apa2..hueheuheu. taunya cuman “hore…abang gue besok ke jepang..!!..hore!!..”

  17. maya says:

    “Run and tell all of the angels i learn to fly part2 ( end )”

    mas..mas…ini bukan akhir cerita dari blog ini kan?// :d

  18. Danny says:

    Hey Yuz,
    Inget gua kaga? Gua dulu sering maen ketempat kost lo, nyamperin Ferry.
    Funny thing semua yang lulus untar pada kaga ke ekonomi huahahahahaha.
    Seneng baca cerita lo. Baru dikase tau Ferry lo masuk yes communication tokyo, hebat oy congrats!

    ps; Gimana kabare Handoko?

  19. soyuz says:

    @maya: hehehe…bukan dong :d. selama masi ada makhluk bernama soyuz di muka bumi ini, cerita2 akan terus ada :p

    @Danny: whoaaaaaa….Dannyyyyyyyy!!! surprais abizz neh.
    hahah..iya untar itu cuma tempat utk begaul, cari koneksi, dan tempat jualan hahaha..

    Handoko nerusin usaha ortu nya di Subang.

  20. Danny says:

    Huahahaha tempat jualan….
    Iya sukses oooo di tokyo, kapan2 gua ama ferry mo nitip soul of chogokin hehehe.

    Have fun…..

Add Yours

Line breaks are converted automatically. Please make sure that you have read the post before posting your thoughts. A valid email is a must but don't worry, it will never be displayed anywhere on this website. It is greatly appriciated if your comment could exceed 3 written lines. Please be polite and thoughtful of others. Comments which are derogatory will be deleted.

Please stay on topic: no name-calling, flaming or trolling. Spam and irrelevant comments will be deleted, your IP will be banned, and any URLs in your comment will be blacklisted.