Waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam, tapi di salah satu sudut ruang kantor di daerah Harajuku masih tampak aktivitas yang sepertinya menegangkan. Seorang desainer grafis sedang berusaha melakukan upgrade sistem pada salah satu website kantor tempatnya bekerja. Salah satu portal art dan desain ternama di dunia. Disampingnya duduk sang atasan dengan raut wajah tidak kalah tegang nya.
Bagi si desainer proses upgrade ini lebih menegangkan dibandingkan dipaksa naik roller coaster di Fujikyu, karena kalo sampai gagal dan terjadi kehilangan atau kerusakan data, mungkin si desainer akan dilempar dari lantai 3 oleh atasannya. Tidak ketinggalan sebelumnya akan di-samurai-sasi.
Akhirnya semua berjalan *nyaris* lancar, walopun karakter-karakter huruf kanji nya sempat buggy karena ketidakcocokan character set di database. Tapi untunglah bisa diatasi oleh si desainer. Ndak percuma si desainer itu dikenal handal jaya.
Ndak terasa ternyata udah lebih dari dua bulan ndak ada cerita di jurnal ini. Kalo ngeliat di archive sih ‘cuma’ bulan Mei aja yang ndak ada postingan :p. Tentu nya bukan karna akhir-akhir ini lagi musim melahirkan lantas saya ikut-ikutan latah ber-hiatus-ria :d.
Dari sejak artikel terakhir, ritme hidup saya makin lama melaju makin cepat. Udah nyaris seperti terbang, padahal saya blum pake sayap. Kerjaan di kantor makin lama makin banyak tapi nggak jelas *maksutnya…nggak menambah angka di gaji yang saya terima tiap bulan :p*. Waktu yang saya habiskan di kantor juga makin meningkat. Tambah lama tambah malem euy. Akhirnya banyak hal yang harus saya kurangi kadar nya. Tapi sukurlah tugas pelayanan di gereja masi bisa saya penuhi walopun sering telat dateng latihan.
Yang paling utama adalah terhapus nya waktu untuk hang-out bareng temen-temen, termasuk dengan temen-temen tercinta. Juga saya telah dan akan melewatkan event-event yang diadakan oleh rekan-rekan komunitas Indonesia di Jepang. Jadinya skarang saya bukan socialite lagi dan nggak beredar dimana-mana :d