Waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam, tapi di salah satu sudut ruang kantor di daerah Harajuku masih tampak aktivitas yang sepertinya menegangkan. Seorang desainer grafis sedang berusaha melakukan upgrade sistem pada salah satu website kantor tempatnya bekerja. Salah satu portal art dan desain ternama di dunia. Disampingnya duduk sang atasan dengan raut wajah tidak kalah tegang nya.
Bagi si desainer proses upgrade ini lebih menegangkan dibandingkan dipaksa naik roller coaster di Fujikyu, karena kalo sampai gagal dan terjadi kehilangan atau kerusakan data, mungkin si desainer akan dilempar dari lantai 3 oleh atasannya. Tidak ketinggalan sebelumnya akan di-samurai-sasi.
Akhirnya semua berjalan *nyaris* lancar, walopun karakter-karakter huruf kanji nya sempat buggy karena ketidakcocokan character set di database. Tapi untunglah bisa diatasi oleh si desainer. Ndak percuma si desainer itu dikenal handal jaya.
Waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam dan si desainer merasa sangat letih, jauh lebih letih dibandingkan nonton pilem horor. Terbayang futon/matras yang nggak empuk di apartemen nya. Tapi terbayang pula kerjaan-kerjaan yang masi menumpuk dan menanti di apartemen.
Tiba-tiba sang atasan mengajak nya makan malam. “Saya traktir”, katanya. Si desainer malah terlihat lesu. Bukan karena dia berubah menjadi nggak suka makan, tapi dia tau kalo ritual acara makan di Jepang itu artinya “makan sedikit, minum bir banyak, ngobrol banyak, makanan tersia-sia juga banyak”.
Tapi si desainer terpaksa ikut juga, dan mereka berdua pun pergi ke salah satu resto di dekat kantor.
x/x: “jadi..gimana hidup?”
o/o: “baik-baik saja”
x/x: “saya dengar kamu kirim uang ke orang tuamu”
o/o: “iya betul. saya masi harus mengumpulkan X juta yen dalam waktu setaun”
o/o: “supaya bisa mulai dari nol”
x/x: “woww…berat ya”
o/o: *gaji naik dong…gaji naik dong..*
x/x: “jadi kamu cuma menggunakan sedikit skali dan sisanya dikirim”
o/o: “iya”
o/o: *jadi…gaji dinaikin nggak neh?*
x/x: “tetap semangat ya!”
o/o: *beuh…kalo semangat sih saya masi punya stok banyak. ndak bakal abis*
x/x: “jadi kamu nggak bisa kemana-mana ya. cuma ke kantor aja”
o/o: “iya. saya mesti bijaksini dalam menggunakan uang”
x/x: “nggak kemana-mana? cuma apartemen-kantor? apartemen-gereja?”
o/o: “betul”
x/x: “jadi cuma ke gereja aja ya yang jadi semacam refreshing”
o/o: “yap, betul”
x/x: “wah kalo gitu saya harus sering-sering ajak kamu makan malam”
o/o: “ooh ndak perlu. makasi”
o/o: *naikin aja gaji nya :d*
—
Yap, benar, saya memang lagi memiliki misi :d. Dalam satu taun ke depan saya harus mengumpulkan sekian ratus juta rupiah itu *iya..nol nya ada lapan* supaya selesai tanggungan saya. Juga saya beserta keluarga di surabaya bisa mulai hidup baru dari nol lagi. Ini yang menyebabkan saya repot banget beberapa waktu belakangan ini.
Kalo dipikir-pikir pake pipi logika sih agak-agak mustahal, mengingat pendapatan saya disini sering bikin sesak napas dan nggak ada yang tersisa di akhir bulan :d. Dan saya juga baru tau dari milis yang saya ikuti tentang brapa pendapatan rata-rata pekerja di jepang. Ternyata saya masi jauh dibawah nya, nyaris atau setara dengan mahasiswa yang baru lulus. Pantesan kok saya dan dompet saya selalu saling beradu diet. Saya merasa dikadalin nih =_=;
Sepertinya saya harus bersiap-siap berubah menjadi kutu loncat lagi *bersihin sayap pake lap* sebelum tubuh langsing dan keren ini *dziiggh!!* jadi segaris karna kurang makan (all you can eat), dan sebelum saya kehilangan semua temen-temen saya karna selalu menolak hang-out bareng, dan sebelum para pemilik resto all you can eat bersorak gembira.
Sempat (dan masi) terlintas dalam pikiran saya untuk berganti profesi, dan kayaknya profesi di bidang keuangan dan sejenisnya cukup memberikan kesejahteraan dan mempercepat misi saya. Hal ini dilandasi dari pengamatan (tanpa disertai riset mendalam) terhadap temen-temen saya yang bekerja di sektor keuangan.
Seorang temen saya tinggal di apartemen yang biaya sewa nya perbulan nyaris tiga kali lipat dari pendapatan per bulan saya atau enam kali dari sewa apartemen saya. Membayangkan brapa gaji nya membuat saya mendadak dangdut.
Atau salah seorang temen saya yang lain, yang sebelum pindah ke tempat kerja yang baru, memperoleh penghasilan per bulan yang jumlah nya nyaris lima kali lipat dari pendapatan per bulan saya. Gajinya di tempat baru nya pasti bisa membuat saya mengejang hiphop.
Atau seandainya nggak ganti profesi (saya nggak bisa membayangkan saya harus berpenampilan necis) ya tetap jadi desainer tapi di perusahaan keuangan. Umumnya perusahaan keuangan biasanya duitnya banyak (sekali lagi, tanpa disertai riset mendalam). Contohnya perusahaan yang membawa saya ke Jepang itu. Walopun katro, tapi kesejahteraan saya dijamin, yang akhirnya malah membawa mereka nyaris terperosok ke jurang kebangkrutan *bukan salah saya lho :d*.
Jadi target saya adalah menyamai salah dua putra terbaik bangsa itu, dan menyelesaikan semuanya. Biar lega, dan kami semua bisa mulai memikirkan rencana masing-masing. Memang taun lalu adalah saatnya bertahan hidup dan saya terima kerjaan ini juga dengan tujuan untuk sekedar bertahan hidup supaya bisa menjejakkan kaki ke tempat yang lebih tinggi. Jadi sekarang saat nya untuk berubah jadi kutu loncat supaya bisa tercapai misi nya dan saya bisa bersenang-senang :p.
Seandainya ada yang memiliki ide atau solusi lain untuk membantu saya bisa mencapai misi itu, monggo lho dilontarkan. Yang memberikan solusi terbaik akan mendapatkan kesempatan makan siang tidak romantis bareng saya di resto all you can eat *pantesan nggak romantis*. Atau kalo di jakarta, mendapatkan kesempatan untuk wisata kuliner jakarta bersama Maya *lho? :p*
Tapi jangan menyarankan sesuatu yang berbau dunia hitam lho. Saya udah meninggalkannya dan nggak ada rencana untuk kembali :d. Susah lho booo’ mau jadi putih :d. Selain itu andaikan saya mau kembali, mungkin tinggal telpon dan sms beberapa kali, dalam beberapa bulan saya udah bisa jadi soyuz corleone dan mengendalikan organisasi kriminal saya di indo :p.
*kembali ngelap sayap sambil melakukan pemanasan kaki. Satu!..Dua!..Satu lagi!..*
Maksudnya Soyuz Corleone ?? Baru aja adik yang nambahin nama belakang jadi Kania Corleone. Ouhh yah kita khan saudara.
Pekerjaan keuangan ?? Akuntan maksudnya ?? Mmm….mas masih ingat akutansi yah ??
Mungkin tetep designer atau pekerjaan seni lainnya. Seperti pemahat, pelukis, pematung iiihhihihi…..
Designer yang handal jaya yang bekerja di perusahaaan yang gajinya gede ajah. Bagaimana ??? **sama ajah yah****
Ide lainnya akan adik sampaikan by email ajah heuehuehueheu………..
Apapun yang mas kerjakan, akan menjadi emas koq :mrgreen:
I Believe That ;)
di Jepang ada Japanese Idol gag? kalo ada napa gag cuba ikutan ajah , kan mayan tuh, kali2 bisa jadi penyanyi trus jadi pemain pelem dan bintang iklan di jepang , wuuuiihh berhamburan tuh uangnya :D
anyway..tetap semangad !!!
weleh weleh jadi si satria yakuza mau berkelanaa lagii nih
btw company JAV gak ada yg nyari bintang baru yuz ahahahaha kidding bro
di sektor keuangan maksud lo apaa nih? Bank? akuntan publik?
atau coba pindah negara mungkin bos?
ikutan nyariin..will let u know kl ada yg come up..
@nia: ndak, bukan akuntansi. no way! :d
sankyu buat ide nya.
@maya: ada. ide bagus juga yak. perlu dipertimbangkan :d. sankyu!
@obeems: sayang nya belum ada yg nyari bintang baru qeqeqeq…
sankyu juga buat ide nya.
@andy: thanks man! :d
coba mendaftar ke johnny jimusho tak? sape tau dikau jadi setenar takuya kimura? kekkekeke :D
@Mei: iya ya. bole juga. mumpung deket ya :d
[...] suka bermimpi di luar nalar :p) yaitu yang berkaitan dengan duit yang nol nya (masih) ada delapan itu, sementara waktu untuk saya hanya 6 bulan lagi dan yang saya kumpulkan belum bisa mengurangi satu [...]