July, 2008
7.22.08

Once upon a time my mind still there wanders

Hari sudah menjelang sore, kalo tidak salah sekitar pukul 3 sore, saat saya memasuki bis yang akan membawa kami pulang ke Tokyo, setelah hampir setengah hari menghabiskan waktu di ski resort Prince Hotel Karuizawa dan beberapa factory outlet yang tersebar di sekitar hotel. Salju yang turun dengan derasnya disertai angin kencang sudah berhenti dan digantikan oleh mentari yang malu-malu mengintip dari balik awan.

Di dalam bis hanya ada beberapa gelintir temen. Sepertinya yang lain masi keasikan main ski atau jalan-jalan dan ngeborong di factory outlet. Saya langsung menuju bangku di bagian depan dan menghempaskan tubuh saya. Nikmat sekali rasanya. Kegiatan retreat akhir taun kali ini lumayan melelahkan juga. Dan hari ini, tanggal 1 Januari 2008 siang, adalah acara bebas sebelum kembali ke Tokyo. Rasanya pengen cepet-cepet sampai di apartemen dan terjun ke matras. Whoaa..nikmat. Membayangkan nya saja udah membuat mata semakin meng-garfield (menjadi bertambah garfield -red-).

Continue reading →

7.14.08

Wait for that sign spilling over and passed in time

Malam itu berlangsung seperti malam-malam sebelumnya. Suasana di stasiun kereta api Shinjuku tidak terlalu padat walaupun tetap penuh. Mungkin karena hanya sedikit kantor yang buka di hari Sabtu. Lalu-lalang orang-orang yang mengejar jadwal kereta api pun tidak se-intens di hari kerja. Entah kenapa kalo di hari kerja, udara terasa penuh dengan aura stres dan depresi, seakan persediaan oksigen di atmosfir bumi mencapai titik terendahnya.

Saya, seperti hari-hari Sabtu sebelumnya, baru saja pulang dari gereja setelah mengikuti latihan musik yang dimulai dari jam 7 malam. Perjalanan dari gereja ke tempat tinggal saya lumayan jauh dan harus naik 3 kereta api yang berbeda, artinya saya kudu pindah kereta sebanyak 2 kali. Dan ini adalah perpindahan terakhir. Saya sedang menunggu kereta api yang akan mengantar saya ke tempat tinggal saya di Chofu.

Continue reading →