August, 2008
8.29.08

Burnt to the core but not broken

Beberapa waktu yang lalu sempat terbersit ide untuk mengganti kosmetik blog ini. Rasa bosan sudah mulai menyusup ke dalam diri, menjadi pertanda harus ada suatu perubahan. Tapi akhirnya ide itu saya urungkan, setelah saya liat bahwa desain yang ini telah cukup banyak nampang di berbagai website inspirasi. Sayang juga :p.

Padahal sebagai seorang desainer, merupakan pantangan buat saya untuk jatuh cinta dengan karya yang dibuat, karna akan membatasi gairah untuk bereksplorasi dan bermain-main lebih nakal dengan imajinasi.

Tapi pada akhirnya saya tetap memutuskan untuk menunda redisain jurnal ini. Toh masi banyak pekerjaan yang seperti nggak ada habisnya dan memiliki prioritas lebih tinggi dibandingkan jurnal ini.

Continue reading →

8.18.08

Sleep in peace when the day is done – part 2 (end)

Dengan terburu-buru saya langsung menuju ke Plaza Heisei, tempat dimana performance akan dilangsungkan. Di tengah pencarian gedung Heisei itu, saya tertahan sejenak di ‘kebun binatang’ nya. Dah lama gak liat kambing. Langsung ngeces membayangkan gurihnya sate kambing dan sup nya di warung samping Wisma GKBI dulu *slurp…slurp…*.

Cepat-cepat saya menyadarkan diri dan langsung menuju international conference hall di lantai 3, sebelum kambing-kambing yang terlihat montok itu saya jadiin sate.

Sesampainya di lantai 3, kembali langkah saya tertahan. Di depan conference hall itu ada beberapa stand yang terlihat menarik. Stand belajar kaligrafi, merangkai bunga, dan tata cara minum teh. Whoa…saya pengen ikut.

Continue reading →

8.14.08

Sleep in peace when the day is done – part 1

Seperti yang telah ditetapkan, hari Sabtu kemarin saya memutuskan untuk pergi ke acara Summer Festival yang di adakan oleh TIEC (Tokyo International Exchange Center), tempat tinggal atau asrama dari sakuralady.

Saya bangun lebih siang dari yang saya inginkan. Itupun udah nggak mau bangun sebenernya. Membuka mata terasa berat skali. Tapi saya teteup paksakan mengumpulkan roh yang masi beterbangan kesana kemari, karena saya nggak mau kesiangan dan hanya liat performance saja, tapi juga pengen mempelajari berbagai makanan dari negara-negara lain.

Setelah bergegas mandi dan berganti pakaian, saya pun meluncur ke stasiun. Tapi piaraan di perut ini udah mulai berdemo menuntut hak-hak mereka dipenuhi. Akhirnya saya mampir dulu ke McDonald di dekat stasiun -setelah memarkir sepeda saya- dan memesan paket Double Cheseburger plus kentang dan segelas softdrink.

Continue reading →

8.8.08

Hands open – Set the fire to the third bar

*Sebuah percakapan yang terjadi beberapa minggu yang lalu*

x/x: “kakak, aku bentar lagi libur natsu (musim panas -red-)”
o/o: “oya? mulai kapan?”
x/x: “dua minggu lagi”
o/o: “enak banget. brapa lama liburnya?”
x/x: “satu bulan lebih”
o/o: (menahan diri supaya ndak terkaing-kaing)
o/o: “brarti agustus libur terus? sampe september?”
x/x: “iya. kakak libur natsu nya kapan?”
o/o: “nggak ada”
x/x: “hah?? jadi…kerja terus???”
o/o: “iya”
x/x: “yaah…nggak enak banget”
o/o: “emberrr…”
o/o: (ngebayangin kalo libur sebulan bakal mudik ke Jakarta, berwisata kuliner bareng Maya, trus mampir di Blok M dan makan mi Aceh bareng Nia sekalian beli rujak nya yang pedes nya ndak kira-kira itu. Kemudian lanjut ke Surabaya menghabisi rujak cingur, nasi pecel dan juga nasi rawon bikinan nyokap)

Slurp…slurp…slurp! Maknyuusss!

Continue reading →