8.14.08

Sleep in peace when the day is done – part 1

Seperti yang telah ditetapkan, hari Sabtu kemarin saya memutuskan untuk pergi ke acara Summer Festival yang di adakan oleh TIEC (Tokyo International Exchange Center), tempat tinggal atau asrama dari sakuralady.

Saya bangun lebih siang dari yang saya inginkan. Itupun udah nggak mau bangun sebenernya. Membuka mata terasa berat skali. Tapi saya teteup paksakan mengumpulkan roh yang masi beterbangan kesana kemari, karena saya nggak mau kesiangan dan hanya liat performance saja, tapi juga pengen mempelajari berbagai makanan dari negara-negara lain.

Setelah bergegas mandi dan berganti pakaian, saya pun meluncur ke stasiun. Tapi piaraan di perut ini udah mulai berdemo menuntut hak-hak mereka dipenuhi. Akhirnya saya mampir dulu ke McDonald di dekat stasiun -setelah memarkir sepeda saya- dan memesan paket Double Cheseburger plus kentang dan segelas softdrink.


Outdoor stage at TIECSelesai memberi makan ke piaraan-piaraan ndak tau diri itu, jam di McDonald Chofu udah menunjukkan pukul 12 siang. Tidak banyak waktu tersisa untuk menuju TIEC. Mengingat tempat tinggal saya ini agak-agak di ujung kulon (jauh banget…gitchu), perjalanan ke asrama TIEC kira-kira akan membutuhkan waktu sekitar 1 jam lebih. Saya pun bergerak cepat dan buru-buru menuju stasiun.

Dari tempat saya di Chofu, saya menuju Shinjuku dan setelah itu berganti kereta dengan tujuan stasiun kereta api Shimbashi (新橋駅), untuk kemudian berganti kereta lagi yang menuju Odaiba, tempat TIEC berada.

Sejak pertama kali datang ke Jepang, Odaiba merupakan salah satu tempat terfavorit saya. Lokasi nya yang merupakan pulau buatan di Teluk Tokyo membuatnya dikelilingi oleh air laut, dan saya suka sekali pantai dan laut. Sempat terpikir untuk tinggal disini :d. Selain itu banyak tempat menarik yang layak dikunjungi. Replika Patung Liberty, salah satu nya.

Perjalanan dari Shimbashi ke Odaiba dengan menggunakan kereta api Yurikamome yang mengantar kita dari daratan Tokyo ke Odaiba, selalu menjadi pengalaman yang menyenangkan. Sebenarnya ada beberapa alternatif transportasi menuju Odaiba, diantaranya adalah naik kapal feri. Tapi mengingat waktu, saya memilih naik kereta Yurikamome. Mungkin di kunjungan berikutnya saya akan menggunakan feri. Saya masi berkeinginan untuk mengelilingi keseluruhan pulau Odaiba dengan jalan kaki :d

Akhirnya jam setengah 2 lewat, saya sampai juga di stasiun kereta api Fune-no-kagakukan (船の科学館駅), di Odaiba. Waktu yang tersisa sebelum pertunjukan dimulai hanya 1 jam. Saya buru-buru menuju gedung TIEC yang ternyata ada di seberang Museum of Maritim Science. Harus dikunjungi nih kapan-kapan.

Stand IndodaibaBegitu masuk ke kompleks TIEC, terhampar stand-stand makanan dari berbagai negara. Pandai skali panitia nya, membuat saya tertahan disana :p. Mata saya pun langsung mencari stand Indonesia.

Ada dua stand yang bertuliskan “Indonesia” dengan gambar bendera Merah Putih. Yang satu menjual pernak-pernik Bali(?) dan satu lagi menjual makanan. Saya langsung aja ke stand makanan nya *ya iyaaalaaaah…:p*. Di daftar menu tertulis sate padang, klepon, fantasy ice (es teler -red-) dan bihun goreng.

Saya memesan sate padang ke mbak yang menjaga stand itu. Dia kaget dan bertanya, “Orang Indonesia?”. Saya jawab, “Iya”. Mungkin dia sempat bingung kok ada orang asing bermata sipit mesen sate padang :d. Sate padang nya ‘hanya’ terdiri dari 3 tusuk dan beberapa butir lontong. Rasanya memang tidak se-ajip aslinya tapi setidaknya bisa melepas rindu walopun sedikit.

Selanjutnya saya berkeliling lagi dan melihat ada gambar bendera ijo dengan tulisan Saudi Arabia. Wah…ini layak coba. Kapan lagi bisa mencicipi masakan Arab tanpa harus ke Arab dan naik unta. Stand itu hanya menjual dua menu. Satu adalah makanan yang berbentuk kayak kurma (??) dan satu lagi bertuliskan chicken apa gitu. Sampai saya menulis ini, saya masi ndak inget apa nama makanan nya. Beginilah kalo kinerja otak kalah cepat dibandingkan perut. Liat makanan langsung lupa diri.

Makanan ini seperti nasi goreng tapi bukan, dengan potongan-potongan ayam di atasnya. ‘Nasi’ nya seperti…susah menjelaskannya. Eniwe, saya langsung mencari tempat yang PW buat menikmatinya. Ternyata…hambar. Salah pilih nih kayaknya.

Sambil berjuang menelan makanan itu, saya mengirim sms ke sakuralady, menanyakan jam brapa beliau tampil dan dimana tempatnya. Saya ndak inget soalnya :d. Ternyata dia tampil 3 kali, dimulai dari jam 14.40. Kukira cuma sekali, di Angklung Performance aja.

Waktu terus berjalan dan saya hanya punya waktu sedikit saja. Saya memutuskan mampir di stand anak-anak Vietnam. Disana saya memesan Che sebagai penutup. Mengutip dari Wikipedia, “Chè is a sweet dessert or pudding usually made from beans and sticky rice. Many varieties of chè are available, each with different fruits, beans (for example, mung beans or kidney beans), and other ingredients. Chè can be served cold, cool or hot. Rasanya? Ya begitulah.

Akhirnya saya buru-buru menuju gedung tempat performance berlangsung….

Interesting story? Share it to your friends:

  • Facebook
  • Twitter
  • Digg
  • del.icio.us
Comments
 
  1. winnz says:

    sate padang!!!!!
    alasan gw tetep tinggal di indo!!!
    hidup sate padang!!!!

  2. sakuralady says:

    haha, ternyata dah berburu makanan toh.. hihihi.. kalo pulang sorean kemaren jalan bareng gua, tuh sate padang dgn extra portion dan es teler, gratiss dah.. LOL…
    jangan kapok, kl demen ama odaiba, laen kali nginep.. huahuahua

  3. soyuz says:

    @winnz: hidup indonesia!

    @sakuralady: iya, abis begitu masuk area TIEC terhampar stand makanan :p.

    haa? gratis? huuuh!!

    nginep di odaiba? boljug ide nya :d

  4. sakuralady says:

    Hihihi, iya donks gratis. :P

  5. soyuz says:

    @sakuralady: huuuuuuuuuuuuuuuh *ini huh terpanjang yg pernah gw ketik :p*

Add Yours

Line breaks are converted automatically. Please make sure that you have read the post before posting your thoughts. A valid email is a must but don't worry, it will never be displayed anywhere on this website. It is greatly appriciated if your comment could exceed 3 written lines. Please be polite and thoughtful of others. Comments which are derogatory will be deleted.

Please stay on topic: no name-calling, flaming or trolling. Spam and irrelevant comments will be deleted, your IP will be banned, and any URLs in your comment will be blacklisted.