9.12.08

We never thought we’d ever get this far

Dulu, taun 2006-2007, saya sempat memiliki satu geng yang terdiri dari orang-orang yang satu spesies dengan saya, karnivora yang memiliki usus dan lambung yang bisa melar menyesuaikan bentuk dengan volume makanan yang masuk.

Biasanya salah satu dari kami akan mengirimkan email ke semua anggota, mengusulkan satu atau dua tempat makan yang akan menjadi target kami. Salah satu temen saya malah udah kayak primbon restoran berjalan. Tau aja tempat-tempat makanan yang menarik.

Target kami selalu tempat makan yang menyediakan paket all you can eat, dan enak tentunya. Itu saja syaratnya. Setelah semua setuju, kami mengunjungi tempat itu dan mulai beraksi, melahap tanpa ampun, persis seperti buta (raksasa -red-) yang nggak dikasi makan selama lima taun.


Suatu hari kami memutuskan untuk mengunjungi sebuah resto masakan Brazil yang terletak di salah satu sudut Roppongi. Namanya Ase…assee…errrr, sudahlah…kira-kira seperti itu, saya ndak inget lagi :p.

Masakan nya sih lumajan saja. Tidak terlalu istimewa. Beberapa olahan daging domba nya malah terlalu asin dan banyak minyak. Masi kalah enak dibandingkan resto Brazil favorit saya, Barbacoa, yang ada di Omotesando *ya iyalah…harganya juga beda gitu lowh :p*

Ciri khas resto buffet ala Brazil yaitu beberapa karyawan akan selalu berkeliling di sekitar ruangan sambil membawa satu bongkah daging segede bapaknya gaban (kadang diselingi dengan sosis dan lain-lain) di sebelah tangannya dan pisau iris di tangan satunya lagi, mencari orang-orang yang piring nya sudah kosong.

Mereka lalu mampir ke meja kita dan mengiris daging di depan kita dan meletakkannya di piring kita (irisannya, bukan bongkahan gaban itu). Dan mereka akan datang terus dengan olahan daging atau sosis, terus menerus, sampe kita begah dan bilang stop. Nikmat deh pokoke :d.

Memang menyenangkan bisa hanging out sambil makan enak dan berbagi tawa bareng temen-temen *sheesshh..i miss my social life*. Seperti layaknya cowo-cowo , terutama masi lajang, obrolan kami berlima nggak akan jauh dari dunia cewe.

“Gimana…ada cewe cakep nggak?” atau “Eh liat tuh, waitress nya imut banget”. Atau “Dziiieee…tuh waitress nya kayaknya ada hati ama elo tuh” sambil nyenggol-nyenggol teman yang jadi korban. Atau “Menurut lo, cakepan mana, si A atau si B?”. “Gue mah milih si B”. Kira-kira seperti itulah.

Lantas salah satu temen saya mulai pindah topik, “Eh…tau kan si X”. Nah kali ini ngomongin cowo. Kadang cowo juga suka ngerumpiin sesama jenis :p. “Si X kan punya Porsche tuh”, katanya melanjutkan.

“Iya, gue juga pernah denger”, kata saya menimpali nya.

“Yoi”, kata teman saya sambil tetap bersemangat melanjutkan ceritanya, “Kalo ke party pasti mantep banget ya misalnya kayak si X itu”.

“Napa emangnya?”, tanya temen saya yang lain.

“Cool banget. Tinggal muter-muterin kunci mobilnya di jari nya, cewe-cewe pasti langsung nempel”, kata temen saya yang memulai topik ini.

“Yoi, keren banget yak”, jawab saya terkagum. Lalu saya pun berkata, “Ntar gue juga ah…muter-muterin kunci sepeda gue di jari. Kira-kira cewe-cewe pada nempel nggak ya?”

“NGGAAKK!!!”, jawab mereka serempak.

————————————-

Sekarang kami sudah terpisah antara satu dengan yang lainnya. Ada yang kembali ke Singapore karna tugasnya di Jepang sudah selesai. Ada pula yang kembali ke Surabaya karna urusan keluarga.

Hari ini, salah satu teman saya akan pulang ke Indonesia for good, bareng tunangannya, si B yang sempat jadi topik pembicaraan di atas. Temen saya ini bergerak cepat rupanya :d *enak juga ya kalo ndak ada tanggungan :d*. Mereka akan segera menikah dan membangun keluarga serta bisnis di Surabaya.

Buat saya, Tokyo menjadi semacam tempat persinggahan sementara. Kalo di dunia pesawat terbang kita kenal dengan istilah transit. Tempat dimana orang-orang saling bertemu sejenak dan lantas pergi melanjutkan perjalanan. Saya juga akan meninggalkan negara ini, walopun banyak yang menyarankan untuk settle down di Jepang.

Niwei…congrats buat kalian berdua! Love you both. Moga-moga jalan kita bersimpangan sekali lagi dan kita bisa berpartner bisnis :d.

Interesting story? Share it to your friends:

  • Facebook
  • Twitter
  • Digg
  • del.icio.us
Comments
 
  1. Kania says:

    Waaaaaaaaaa……….mau donk, ikutan masnya kalau disini jalan2 cari wisata kuliner :D .

    Btw, kata2 ‘enak juga ya kalo ndak ada tanggungan’ sepertinya tidak berlaku bagi kita hueheueheueue………

    Tetap semangat !!!!!
    Oh iya, kapan tuch jadinya ngikut jejak mereka ihihihihiiih……….

  2. Mei Mei says:

    “Yoi, keren banget yak”, jawab saya terkagum. Lalu saya pun berkata, “Ntar gue juga ah…muter-muterin kunci sepeda gue di jari. Kira-kira cewe-cewe pada nempel nggak ya?”

    MAUHAHAHAHAHAHAHAHHAHA
    botak dodol :P

  3. soyuz says:

    @nia: emang jejak mereka itu apa? :d

    @mei: qeqeqeqeq :p

Add Yours

Line breaks are converted automatically. Please make sure that you have read the post before posting your thoughts. A valid email is a must but don't worry, it will never be displayed anywhere on this website. It is greatly appriciated if your comment could exceed 3 written lines. Please be polite and thoughtful of others. Comments which are derogatory will be deleted.

Please stay on topic: no name-calling, flaming or trolling. Spam and irrelevant comments will be deleted, your IP will be banned, and any URLs in your comment will be blacklisted.