October, 2008
10.21.08

Up in the Sky – Paint your perfect day

Saya dari kecil suka sekali makanan yang pedas. Beranjak dewasa kesukaan ini makin lama makin menjadi. Nggak bisa makan kalo nggak ada sambel. Makan apapun harus ada sambel terasi buatan nyokap. Nggak papa makan nasi putih saja, asal ada sambel *hardcore abisszz*.

Saya ingat sekali kalo ada keluarga yang datang ke rumah, terutama om-om dari aliran nyokap. Biasanya mereka punya kebiasaan ngemil setelah jam makan siang, menjelang sore. Atau malam setelah jam makan malam. Atau jam berapa pun asalkan terasa lapar, mereka akan makan.

Mereka akan segera ke meja makan, membuka tudung saji, ambil nasi lalu makan. Karna kebiasaan ngemilnya ini bukan pada jam-jam makan, seringkali sambel terasi yang wueenak buatan nyokap udah abis. Mereka kemudian akan ke dapur, mengambil beberapa buah cabe rawit lalu dipotong-potong. Kalo lagi rajin, diuleg. Setelah itu prosesi makan dilanjutkan kembali, dengan lebih nikmat dan khidmat.

Saya dan juga adik-adik saya kurang lebih juga sama, doyan cabe. Dulu kami berempat selalu adu makan cabe terbanyak saat sedang ngemil tahu petis atau martabak telor yang dibeliin bokap. Rekor saya waktu itu adalah 3 butir tahu dinikmati bersama 12 buah cabe rawit. Mungkin lebih tepat kalo dikatakan makan cabe pake tahu :p. Tapi kami belum sehebat papa nya Mei Mei yang membuat cabe sbagai cemilan *halo om! :d*.

Continue reading →

10.14.08

Chasing pavements – The journey continues?

Beberapa waktu yang lalu saya merencanakan untuk memperbaiki dan memperbaharui resume saya. Seperti yang pernah disinggung sebelumnya, saya mau nggak mau harus mempersiapkan diri untuk sekali lagi (dan mudah-mudahan terakhir kali) menjadi kutu loncat.

Iya, saya termasuk kutu loncat sejati. Saya bisa cepat meloncat kalo mengendus bau duit yang ditawarkan jauh lebih wangi :p. Tapi selama ini penyebab loncatan itu biasanya bukan karna tawaran fulus yang menggiurkan di seberang sana *bingung ndak? :p*, tetapi lebih disebabkan karena idealisme.

Tapi kali ini agak berbeda. Alasan utama saya mempersiapkan resume dan portfolio adalah uang. Terdengar matre sekali :p. Janji-janji surga yang diumbar oleh atasan saat proses wawancara dulu ternyata tinggal janji, terutama soal penyesuaian (kenaikan) gaji setelah setahun sejak saya diterima (termasuk bonus-bonus). Padahal dah setaun nih *huh!*.

Continue reading →

10.1.08

Everybody get dangerous – Why bother?

Dulu sekali, saat masi SMU, saya termasuk pelanggan tetap kelas outdoor alias disetrap di luar kelas. Entah itu karna berisik atau karna belum bikin pe er. Dimulai dari kelas 1, hampir semua pe er tidak pernah saya kerjakan. Males pisan euy! Jadinya setiap ada pemeriksaan pe er, saya hampir dipastikan akan mengerjakan pe er di luar sambil memandang cewe-cewe dari kelas lain yang sedang berolah raga di lapangan, atau menulis sambil diiringi angin sepoi-sepoi.

Sekitar bulan Agustus kemaren saya dikasi pe er oleh jeung Mei Mei. Saat itu tidak langsung saya kerjakan karena masi ada beberapa pekerjaan yang harus didahulukan. Nanti…nanti…nanti…eh malah akhirnya lupa :p.

Continue reading →