Sebentar lagi taun 2008 akan segera berakhir. Banyak sekali peristiwa-peristiwa yang terjadi dan membuat waktu seakan melesat cepat tanpa terasa. Beruntung ada jurnal ini, yang bisa membuat saya bisa mengingat kembali peristiwa-peristiwa kecil yang mungkin nggak akan bisa saya ingat setaun lagi. Lha wong 5 menit yang lalu aja saya udah lupa :p.
Taun 2008 ini mungkin cukup unik, banyak peristiwa yang cukup menggemparkan, yang justru terjadi di akhir-akhir taun.
Yang paling bisa saya ingat adalah terjadinya resesi global yang benar-benar memberikan dampak yang luar biasa. Kejatuhan ekonomi yang berawal di Amerika bisa membuat negara-negara lain terjengkang karena efek domino nya.
Saya selalu mengikuti berita-berita yang terjadi di dunia periklanan terutama di Amerika sana, hampir setiap minggu terjadi pemutusan hubungan kerja alias pemecatan terhadap para pekerja kreatif/periklanan. Semua disebabkan karena para pemasang iklan memutuskan untuk memangkas anggaran pemasaran dan promosi mereka, dan biro iklan harus jungkir balik berjuang untuk sekedar memperpanjang napas mereka.
Satu persatu pekerja kreatif berguguran. Omnicom saat ini memegang rekor pemecatan terbanyak, sekitar 3000 orang di jaringan mereka di seluruh Amerika Utara. Sedangkan untuk biro iklan independen dipegang oleh Campbell Ewald dengan menendang 300 staf mereka di Amerika.
Saya ndak akan menulis detail tentang ini karena nanti jurnal ini malah akan jadi portal berita :d
Siang itu, Jum’at tanggal 12 Desember 2008. Saya sedang asik mengutak-atik website klien, saat atasan saya tiba-tiba memanggil semua karyawan nya untuk miting darurat. Cukup mengherankan karena biasanya miting internal diadakan di hari Senin, dan itupun hanya kru PingMag saja. Saya tidak termasuk didalamnya karna saya adalah staf siluman :p.
Ketika semua orang sudah berkumpul, atasan mengumumkan bahwa pihak investor sedang mereview kinerja perusahaan dan kemungkinan besar mereka tidak akan memberikan dana lagi untuk taun 2009. Jika hal itu terjadi, kantor terpaksa harus ditutup. Kalo investor masi berbaik hati, perusahaan masi bisa bertahan tapi akan terjadi pemecatan terhadap beberapa karyawan demi efisiensi.
Pembantaian itu rupanya benar-benar akan terjadi. Atasan mengatakan keputusan final akan diumumkan tepat seminggu setelah nya.
Atmosfir di kantor pun tiba-tiba terasa kelam. Semua hanya bisa terdiam. Saya juga nggak tau harus bilang apa. Pengumuman itu membuat banyak sekali rencana saya yang harus ditinjau kembali. Belum lagi esok harinya ada acara Natal yang diselenggarakan oleh KMKI, dimana pikiran dan tenaga saya harus tercurah kesana.
Setelah rasa panik reda, saya pun mulai menyusun kembali rencana-rencana taun depan termasuk rencana cadangan. Tetap saja saya dan rekan-rekan sekerja masi shock dan semua roh seakan terlepas keluar dari tubuh. Tapi dengan sekuat tenaga saya coba memfokuskan diri ke acara Natal KMKI.
Tanggal 13 Desember, acara Natal KMKI berjalan dengan lancar jaya. Ibadah Natalnya berjalan khidmat walopun hanya dihadiri beberapa ratus orang saja, tidak termasuk saya, karena saya bertugas di luar sebagai penerima tamu.
Sore harinya, gedung pertunjukan yang memiliki kapasitas 1200-an tempat duduk, nyaris terisi penuh. Beda sekali dengan saat ibadah. Rupanya Rio Febrian lebih memiliki daya tarik dibandingkan khotbah :d
Banyak teman-teman yang udah lama nggak saya temui bisa datang, dan banyak pula teman-teman baru yang saya temui. Bisa ketemu lagi dengan teman-teman tercintah ku Sakuralady, Wina. Juga Andy Laver, DJ, dan lain-lain, walopun hanya sekilas.
Sangat menyenangkan walopun saya sama sekali nggak duduk sejak saya tiba sampai acara selesai jam 10 malam. Saya juga nggak terlalu bisa menikmati acara karena masi ada aja orang-orang yang berdatangan. Tapi yang pasti hari itu sungguh memuaskan. Rasa cape berdiri 12 jam dan angkat sampah setelah acara selesai, sama sekali nggak terasa. Terhapus oleh rasa puas *sampe di rumah sih baru terasa kaki kayak mau lepas dari persendian :p*
Selamat buat seluruh tim panitia, KMKI, Kedutaan Besar RI serta para sponsor, tidak ketinggalan juga untuk Rio Febrian. Sekilas penampilan si Rio bisa diliat di sini.
Tepat seminggu setelah kabar mengejutkan dari atasan, tanggal 19 Desember, kembali kami dikumpulkan dalam sebuah miting darurat. Atasan memberitakan bahwa pihak investor memutuskan menghentikan suntikan dana untuk perusahaan. Kantor harus ditutup. PingMag juga dihentikan.
Seluruh staf dipersilakan untuk membereskan semua pekerjaan sampai akhir taun, dan dipersilakan untuk mencari pekerjaan baru. Atasan saya tidak berhasil menemukan cara untuk memperpanjang kelangsungan hidup perusahaan.
Berita ini tentu akan mengejutkan sekitar 100 ribu pembaca setia PingMag, selain para staf. Walopun saya sudah menyusun beberapa rencana alternatif, tetap saja berita ini membuat saya cukup panik. Apalagi hari Minggu nya, tanggal 21 adalah perayaan natal di gereja dan itu membutuhkan perhatian, waktu dan tenaga yang lebih banyak dibandingkan acara Natal KMKI minggu sebelumnya.
Saya sudah memikirkan untuk mengundurkan diri dari acara dan ngebut menyelesaikan pekerjaan, mematangkan rencana-rencana yang berkecamuk di otak, dan persiapan mencari kerja, tapi tidak bisa. Acara akan terganggu karna saya cukup banyak terlibat disana. Saya nanti tidak akan bisa mempertanggungjawabkan keputusan saya kepada Sang Pencipta dan rekan-rekan panitia lain.
Saya terus menerus berusaha mengingat isi dari Matthew 6:33-34, “But seek first the kingdom of God and His righteousness, and all these things shall be added to you. Therefore do not worry about tomorrow, for tomorrow will worry about its own things. Sufficient for the day [is] its own trouble.”
Saya pun memutuskan untuk memfokuskan diri ke pelayanan dan tidak memikirkan tentang diri saya…
Hari Minggu tanggal 21, acara pun dimulai. Cukup menegangkan karna baru kali ini saya akan tampil di panggung, berakting dan disaksikan ratusan orang. Demam panggung :p.
Sebagai panitia, saya harus mengenakan baju daerah dan saya kebagian baju daerah betawi. Jadilah saya Abang Jakarta (yang nyasar di Tokyo) :p.
Kostum ini cukup memudahkan saya yang harus bolak-balik ganti kostum untuk drama dimana saya tampil 1 kali sebagai pemeran utama, 2 kali sebagai pemeran pembantu, serta 1 kali sebagai diri saya sendiri.
Acaranya berlangsung sangat-sangat sukses. Saya tampil baik (menurut saya :p). Ternyata demam panggung itu cuma terjadi hanya pada saat sebelum naik panggung. Saat tampil ternyata ya biasa aja *dzieee…blagu*.
Selain itu jumlah yang hadir pun jauh di luar perkiraan. Kapasitas di gereja hanya 120 an tetapi yang hadir di atas 170 orang sampai para panitia banyak yang tidak kebagian makanan. Padahal daging rendang nya keliatan mantap *slurp!*. Sayang teman-teman yang saya undang tidak bisa datang lebih cepat, nggak liat soyuz tampil di panggung dan gak tau masa lalu saya di dunia hitam deh :d.
Selain itu juga, hari itu saya banyak sekali mendapatkan pujian, baik saat berkostum Abang Jakarta ataupun saat di panggung. Untung saya nggak terbang karena kebanyakan menerima pujian hihihi…*norak dan masi blagu*
Selamat buat para panitia yang sudah jungkir balik mempersiapkan acara ini. Dan terima kasih untuk semua yang sudah datang.
Untuk acara yang satu ini, saya nggak ikut karena harus menyelesaikan pekerjaan. Rekan-rekan saya sudah berangkat dari tanggal 30 kemarin.
Hari ini, tanggal 31 Desember adalah hari terakhir saya dan rekan-rekan kantor bekerja. Kami akan datang kembali tanggal 31 Januari untuk menandatangani pemutusan hubungan kerja serta mengembalikan kunci kantor dan kartu asuransi kesehatan.
Hari ini juga, PingMag menghembuskan napas terakhirnya dimana artikel terakhir akan ditayangkan hari ini, dan akan mati suri sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Saya yakin banyak sekali yang akan terguncang dengan berita ini. Sebagai salah satu staf PingMag, saya ingin mengucapkan, “Thank you for your love and support. We love you all“.
Begitulah kejutan dari saya, menutup taun 2008 ini, sekaligus merupakan artikel terakhir di taun 2008. Sebenernya nggak terlalu mengejutkan sih seandainya mengikuti status saya di Facebook beberapa minggu belakangan ini, walaupun saya sengaja menuliskannya secara tersirat karena terkait dengan kebijakan internal perusahaan.
Lantas, kira-kira apa yang akan terjadi dengan saya, dengan visa yang akan berakhir 3 bulan lagi? *jrennggg..jreeenggg!!!*
Selamat tinggal 2008! Selamat datang 2009!
wahh… ekonomi jepun bisa tepar jg yah.. gw pikir cm disini doank yg megap2 kena phk krn krisglob.
hmm~ kayaknya bakal muncul opsi come back to pangkuan ibu tercinta lg niy…
Welll… u must be survive ’til the end.. yucanduit superman^.^
gbu.
met taon baru jg deh
baca tulisan ini kaya makan permen nano…manis asem asin….
good luck aja buat soyuz yahhh…tetap semangatt!!!
matilah gini karanganmu seperti nulis sinetron…
goodluck!! tetap semangat :D
@ling2: hehehe….silakan ditunggu kejutan selanjutnya :d. makasi ya.
@maya: heheh…bikin ngiler ndak? :p. makasi ya.
@leo: haluw :d. iya, katanya sih dah cocok buat bikin novel :p
@tedtod: haha..
[...] kasih juga atas perhatiannya saat kejutan akhir taun 2008 itu saya tulis. Tapi jangan sedih dulu. Kejutan itu belum berakhir lho [...]
haduh kena phk lagi? -_-;
kayaknya dimana2 pd hobi phk-in org yah
good luck tak!! loe pasti masi isa mengorek pundi2 yen kog di sana
semangat yah! :)
wah… baru baca, seperti ikutan ngerasain kepanikannya…
hidup masih panjang… tetap semangat ya…. masih banyak kejutan yg bikin hepi koq..
nikmati jalan-jalan di jepang aja… ^__^