1.27.09

Play today – The sun rises slowly on another day

*Peringatan: cerita ini mungkin agak-agak basi waktu nya. Jadi siapkan microwave, oven, wajan, atau ranting-ranting pohon serta korek api untuk menghangatkannya*

Dulu saat masih tinggal di Surabaya, saya dan adik-adik sangat-sangat menanti datang nya Natal dan taun baru. Apa pasal? Karna kami punya sebuah tradisi, mengirimkan sebanyak-banyaknya kartu ucapan natal dan taun baru ke teman-teman dan bersaing mendapatkan predikat penerima kartu ucapan terbanyak.

Ya memang nggak obyektif, karna jumlah kartu yang dikirim berbeda-beda di antara kami berempat. Hukum lawas yang mengatakan “siapa yang menabur banyak akan menuai banyak” berlaku. Andai saya mengirim puluhan kartu ucapan, tentu setidaknya saya akan menerima kartu sebanyak yang saya kirim atau minimal mendekati itu, karna teman-teman yang saya kirimi pasti sungkan kalo ndak bales.

Walopun nggak obyektif, kami berempat tetap antusias setiap taun nya. Perasaan yang sulit diucapkan dengan kata-kata. Kegembiraan dimulai dengan berburu kartu ucapan. Waktu kecil sih saya masi rajin menggambar dan membuat sendiri kartu ucapan natal. Tapi bertambah dewasa, jadi tambah paham mana yang harus dikerjakan sendiri dan mana yang lebih baik dibeli *tepatnya: tambah malas :p*

Masing-masing dari kami membeli belasan sampai puluhan kartu natal. Mungkin di masa-masa menjelang natal itu ortu cukup puyeng juga dengan pengeluaran tambahan ini hehehe. Kesibukan selanjutnya adalah menulis ucapan natal dan taun baru serta alamat-alamat tujuan. Nggak mudah juga lho menulis ucapan. Makanya kami cenderung membeli kartu yang sudah ada ucapan kata-kata indah di dalam nya. Jadi cukup menuliskan nama penerima, dari pengirim, plus menulis alamat di amplop. Beres.

Lantas setelah semua amplop sudah ditulis dan ditempeli perangko serta dikirim, saatnya kesibukan terakhir yang sangat-sangat seru. Menanti datangnya kartu ucapan. Setiap hari, dimulai dari sekitar tanggal 20an, kami selalu berdebar-debar menanti datangnya bapak pos. Setiap ada suara sepeda motor yang sepertinya berhenti di depan rumah, kami akan berlari-larian ke luar. Melongok dari balik jendela, apakah itu suara sepeda motor bapak pos atau bukan.

Kadang-kadang sepeda motor memang berhenti di depan rumah, tapi bukan bapak pos yang kami cintai melainkan tamu untuk ortu. Atau itu memang bapak pos, tapi bukan berhenti di depan rumah kami melainkan di tetangga samping atau depan. Kami pun tertunduk lesu dan kembali masuk ke rumah. Begitu yang terjadi berulang-ulang. Setiap terdengar suara sepeda motor, kami berempat langsung berhamburan. Bahkan saking sensitif nya, suara sekecil apapun yang seakan ada di depan pagar rumah pun bisa terdengar dan kami tetap berhamburan ke luar. Jadi kayak ingus, keluar masuk mulu :p.

Itu yang terjadi kalo kami sudah pulang sekolah. Saat belum pulang sekolah pun tidak kalah seru nya. Begitu turun dari mobil, mata langsung jelalatan menelusuri halaman. Pak pos biasanya suka melempar surat ke halaman, karna kami nggak memiliki kotak pos. Kalo nggak terlihat ada amplop-amplop tergeletak, harapan berikutnya adalah lemari tivi di ruang tamu. Biasanya disana ortu suka meletakkan surat-surat yang diterima. Kalo misalnya ada kartu natal yang terselip disana, senengnya bukan kepalang, seakan sinterklas bener-bener memberikan hadiah sekarung. Lantas setiap malam kami akan berkumpul dan menghitung jumlah kartu yang diterima hari itu.

Begitulah hobi yang kami lakukan sampai kami satu persatu beranjak dewasa. Saya melanjutkan kuliah ke Jakarta, dan adik-adik juga sudah lebih dewasa dan mulai bertambah sibuk. Tapi kami masi suka saling bertanya berapa total kartu yang didapat setiap taun nya. Semakin beranjak dewasa, saya nggak terlalu banyak mengirim kartu. Hanya buat teman-teman yang dekat dan spesial. Dari sekian banyak kartu yang saya beli, selalu terselip beberapa kartu buatan Hallmark. Ya, kartu-kartu itu khusus untuk teman-teman yang sangat spesial *uhuk…cewe-cewe tentunya..uhuk..uhuk*

Semakin bertambahnya usia dan juga bertambah majunya teknologi, saya mulai terjerumus menjadi orang yang manja teknologi. Penggunaan henpon yang sangat memudahkan, cukup pake satu jempol bisa mengirimkan ucapan natal ke seluruh penjuru Indonesia. Membuat saya terlena.

Teknologi internet juga mulai merasuk ke aliran darah dan membuat ketergantungan terhadap internet dan komputer. Tanpa kehadiran ketiga hal itu bisa membuat saya mati gaya. Tulisan tangan saya juga jadi tambah gak karuan, seperti rumput yang bergoyang dangdut. Padahal waktu SD saya selalu menjadi salah satu siswa yang memiliki tulisan tangan terbagus.

Kemudahan yang ditawarkan oleh sebuah entitas yang disebut teknologi itu memang irresistable. Hidup jadi lebih mudah. Saya bisa berkomunikasi dengan keluarga dan teman yang jelas-jelas terpisah di benua lain. Mengirim pesan natal dan taun baru akan diterima di saat yang hampir bersamaan. Mantap. Kehadiran bapak pos pun sudah semakin terlupakan dari benak saya.

Sampai suatu saat di awal taun ini, saya menerima sebuah kartu pos taun baru dari the one and only, Sakuralady, yang tergeletak manis di dalam kotak surat saya. Sebelum itu saya juga menerima kartu ucapan natal buatan sendiri alias handmade yang diberikan langsung ke saya *dari cewe tentunya :p* tanpa bantuan bapak pos. Tidak ketinggalan juga sebuah kartu natal dari anak asuh saya.

Tiga kartu itu cukup membuat saya terhenyak dan membangkitkan kenangan-kenangan lama yang seru bersama adik-adik saya. Juga menimbulkan kembali sensasi saat jemari tangan ini bersentuhan dengan tekstur kertas dari kartu-kartu ucapan itu. It just feels different.

Eniwe, brapa kartu ucapan yang teman-teman terima taun ini? :p

*Sekalian saya ingin mengucapkan selamat taun baru Imlek buat yang merayakan.*

Interesting story? Share it to your friends:

  • Facebook
  • Twitter
  • Digg
  • del.icio.us
Comments
 
  1. sakuralady says:

    huahuahua, gongxi2.. he duo niu nai da fa chai (kutipan dari temen – minum susu banyakan, buat kemakmuran plus plus)

    kartu handmade, iya kayanya masa muda itu suka kreatif2 ya.. ini kemaren juga kembali ke masa muda, nulis banyak banget, semuanya tulis tangan, cape mbo.. hahaha.. tapi bahagianya puas stlah semuanya tertulis dan tau pada nyampe.. :)

  2. uchie says:

    jadi ingat, aku juga terima kartu natal, satu-satunya dari teman penaku yang dulu rajin banget bersurat-suratan. Ternyata tidak selamanya teknologi itu indah ya…
    dan emang bahagia banget waktu menerimanya…

  3. Kania says:

    Adik, tidak mengirim kartu qeqeqeqe………
    Kemaren mau titip ma mba ani. Mau nitipin sambal buat masnya….. Cuman waktu itu yah….sesuatu terjadi ma adik. Sehingga adik jadi lebih banyak linglung daripada sadarnya. Lebih sering labil daripada stabil-nya. Semoga adik benar2 menjadi adikmu kali ini. Maafkan adik yah masnya……..Adik lama menghilang.

    **antara topik dan komen-nya nga nyambung yah hiihihih….. ***

  4. maya says:

    prasaan dah lamaaaaaaaaaaa bgt gag pernah dapet kartu ucapan ….yg rajin dateng malah billing statement :))….btw met imlek yaaaaa…

  5. winnz says:

    met imlek….
    weleh….
    uda lama ga terima kartu imlek…..tapi masi ada terima kartu natal…

    haha….
    tahun ini dapat 6 sih ~padahal gw uda ngirim belasan~

  6. Mei Mei says:

    gong xi fa chai tak! moga taon kebo ini makin sukses yah :)
    ga pernah kirim kartu ucapan lagi ke orang2 jadi yah ga pernah dapet lagi. smuanya pake sms xiixixii :D pdhal dulu rajin banget kirim2 dan nerima beginian :D

  7. soyuz says:

    @semua: maaf balasannya agak2 terlambat dan basi hihihi…

    @sakuralady: arigatou ippai-ippai ya buat kartu nya :d

    @uchie: heheh….beda kan ya sensasi nya.

    @kania: heuheuhe…iya gpp. yg penting semua udah mulai stabil skarang

    @maya: wah kalo billing statement itu memang sensasinya beda. kepala jadi suka cenut2 :d

    makasi ya maya.

    @winnz: wah brarti taun ini pemenang nya adalah winnz-chan. buat yg lain, ayo kita kirim dan terima kartu sebanyak mungkin.

    @mei: hehe…sama2 ya mei-chan. iya mungkin sudah saatnya utk digalakkan kembali.

    harusnya tugas PT Pos Indonesia nih buat kampanye beginian :p

Add Yours

Line breaks are converted automatically. Please make sure that you have read the post before posting your thoughts. A valid email is a must but don't worry, it will never be displayed anywhere on this website. It is greatly appriciated if your comment could exceed 3 written lines. Please be polite and thoughtful of others. Comments which are derogatory will be deleted.

Please stay on topic: no name-calling, flaming or trolling. Spam and irrelevant comments will be deleted, your IP will be banned, and any URLs in your comment will be blacklisted.