9.7.09

The sounds and lights fade and fall away in symmetry

Maret, akhir musim dingin 2009. Hawa terasa sangat dingin pagi ini. Terutama saat subuh seperti ini. Sedikit tiupan angin pagi sudah membuat saya menggigil. Ah…mungkin karena saya tidak tidur semalaman, pikir saya.

Salah satu sifat buruk yang sampai saat ini belum bisa dihilangkan. Setiap ada sesuatu atau rencana aktivitas yang berbeda dari biasanya, saya selalu tidak bisa tidur dari sehari sebelumnya.

Excited. Adrenalin selalu bergejolak. Tubuh sudah lelah berteriak minta istirahat, tapi otak dengan egoisnya terus bekerja, memompa peredaran darah menjadi lebih cepat ke jantung dan memaksa sang mata untuk terjaga.

Jam di iPhone saya sudah menunjukkan pukul 4 pagi. Saya bergegas bangun dan mandi. Ya, saya dengar kalau saat tidak tidur semalaman lebih baik tidak usah mandi. Tapi terasa aneh kalau keluar rumah tanpa mandi.

Selesai mandi dan bersiap-siap, saya langsung menyeret koper dan berangkat ke stasiun kereta api. Bis yang akan membawa saya ke Narita akan berada di depan stasiun. Saya harus buru-buru supaya bisa ikut dalam perjalanan paling pagi, 6.30. Jadi saya bisa tiba di airport jam 8 atau paling lambat setengah 9.

Airport Limousine in Chofu
Suara roda koper yang bergesekan dengan aspal terasa sangat-sangat berisik di pagi yang hening itu. Apa daya, terlalu berat kalo harus saya jinjing sampai stasiun. Bisa-bisa saya bakal tertidur di tengah jalan karena kelelahan.

Sambil terus berjalan, saya mulai merasa ada sesuatu yang kurang tapi entah apa itu. Saya kembali melihat jam di iPhone, masih jam 5 lewat. Masih ada waktu, pikir saya. Akhirnya kaki ini pun berbelok ke McDonald. Saya harus ngopi dan sarapan sebelum roboh di jalan sambil menggendong koper. Kan nggak cool jadi nya.

Setelah menikmati burger, french fries, dan kopi hangat, saya bergegas melanjutkan perjalanan ke stasiun. Sebenarnya secangkir roast coffee tidak akan mempan mengatasi rasa kantuk, tapi sudahlah. Yang penting perut sudah terisi.

Begitu tiba di depan stasiun, ternyata bis nya belum datang. Hanya terlihat seorang petugas bis dan seorang polisi yang berjaga di pos polisi depan stasiun. Saya pun meletakkan koper dan menghela napas lega. Tersirat rasa bangga bahwa kali ini saya tidak menjadi last minute man seperti biasanya.

Saat saya sedang meregangkan otot-otot tubuh alias ngulet dengan jurus favorit, cacing breakdance, tiba-tiba terlintas begitu saja di dalam otak…tas plastik besar yang ada di dekat lemari ternyata ketinggalan!

$#@%^$#&**!!!

Berarti saya harus kembali ke tempat tinggal saya sambil menyeret koper lagi? Nggak banget deh!

Lantas saya memutar otak, mencari akal bagaimana supaya tidak usah membawa koper tersayang kesana-kemari. Sungguh saya akan benar-benar pingsan begitu sampai di stasiun lagi.

Apa saya titip di pos polisi saja? Hmm…tapi kok kayaknya nggak sopan. Kesannya pos polisi itu tempat penitipan. Akhirnya saya mendekati petugas bis tersebut, dan bertanya apa saya boleh menitipkan koper ke beliau karena saya harus kembali mengambil barang yang tertinggal. Pakai bahasa Jepang? Tentu saja dong! *bangga*.

Yaa…nggak juga sih. Saya cuma sebut kata-kata penting nya saja sambil nunjuk-nunjuk koper. “Ada barang tertinggal”, “Tas ini nggak papa?”

Dua kalimat itu saja serta gerakan tangan bisa membuat bapak itu mengerti. Beliau bilang tidak apa-apa dan menyuruh untuk buru-buru karena bis sebentar lagi akan datang. Saya memang mahir bahasa tarzan.

Akhirnya saya pun mengucapkan terima kasih sambil membungkuk beberapa kali dan segera berlari menuju tempat tinggal saya. Perjalanannya jadi terasa lebih jauh kali ini. Huh!

Langit semakin terang saat saya sampai di stasiun lagi. Jam sudah menunjukkan pukul 6.25 dan bis sudah bersiap-siap berangkat. Saya pun buru-buru menghampiri bapak tadi, mengucapkan terima kasih sekali lagi dan segera membeli karcis. Setelah koper dimasukkan ke dalam bagasi, saya bergegas masuk ke dalam bis.

Beuh! Tetap jadi last minute man juga akhirnya…

Interesting story? Share it to your friends:

  • Facebook
  • Twitter
  • Digg
  • del.icio.us
Comments
 
  1. maya says:

    jadi, tas plastik besar itu isinya apa???makanankah??….*pnasaran.com :D

  2. tedy says:

    iya isinya apaan?

  3. soyuz says:

    isinya boneka doraemon :p

  4. elly says:

    Was it when you went back to Jakarta for the first time after years working in Japan?
    Bro, I’ll be missing you here. Thank you so much for your ministry and help. You helped me and the church. Saw your web and your work, wonderful. All the best!

  5. soyuz says:

    hey, you’ve found my blog :d

    yes, it was.

    hehe…thank you for the kind words. that what family is for.

Add Yours

Line breaks are converted automatically. Please make sure that you have read the post before posting your thoughts. A valid email is a must but don't worry, it will never be displayed anywhere on this website. It is greatly appriciated if your comment could exceed 3 written lines. Please be polite and thoughtful of others. Comments which are derogatory will be deleted.

Please stay on topic: no name-calling, flaming or trolling. Spam and irrelevant comments will be deleted, your IP will be banned, and any URLs in your comment will be blacklisted.