1.18.10

In between days – A dustland fairytale

Hari ini adalah hari pertama turunnya salju di tahun ini. Musim dingin sudah tiba dari November tahun lalu, tapi salju dengan pongahnya tidak sudi menampakkan diri hingga pertengahan Januari ini.

Mataku memandang butiran-butiran putih yang berjatuhan dari langit, sepertinya para dewa sedang mengadakan pesta es serut dan remah-remah es nya jatuh ke bumi.

Aku selalu suka hujan, apalagi hujan salju. Di tempat asalku, salju hanya ada dalam imajinasi. Beruntung aku terlahir penuh imajinasi sehingga saat aku ingin melihat salju, cukup dengan melamun dan duniaku berubah menjadi negeri fantasi yang penuh salju.

Aku ingat bagaimana sedari kecil aku ingin sekali bisa menyentuh salju. Menangkapnya saat ia jatuh. Walaupun aku paham bahwa salju itu tak lebih hanya butiran es, sama dengan yang ada di dalam kulkas.

Makanya aku suka sekali membuka lemari pendingin dan menyentuh bunga-bunga es yang ada di freezer dan ayah selalu memarahiku saat kepalaku sudah setengah masuk ke dalam kulkas.

snow

Mataku kembali memandang ke luar jendela. Pohon-pohon yang berada di pekarangan tertutup salju. Daun-daun yang berjatuhan di musim gugur kemarin sudah berganti dengan tumpukan es yang bertengger dengan manisnya di dahan-dahan pohon seakan berkata, hey pohon…usah kau bersedih ditinggal daun-daunmu. Aku akan menemani hari-harimu yang dingin hingga daunmu kembali dalam pelukanmu.

Ah…ternyata bukan hanya musim gugur yang bisa membuat perasaan menjadi mellow. Pikiranku melayang ke musim dingin dua tahun yang lalu.

Siang itu udara dingin sungguh menusuk tulang, tapi Harajuku masih tetap ramai dengan orang-orang yang berlomba memenuhi nafsu belanja mereka. Walaupun aku berada di kantor yang hangat, tapi kadang masih bisa kurasakan hembusan angin dingin yang membelai leherku dengan mesranya, bagaikan seorang kekasih yang sedang mencumbu pujaan hatinya.

Saat itu kantor masih sepi karena teman-temanku sedang keluar makan siang. Hanya tinggal aku dan seorang temanku yang berada di ruangan sebelah, ruang tim editor.

Aku sedang sibuk bercengkerama dengan komputer Mac ku, saat sebuah suara memanggilku lembut.

“Andrew, kamu nggak dingin? Cuma pakai t-shirt kayak gitu?”

Aku menoleh ke arah asal suara dan melihat Nanako —teman kantorku— sedang berdiri di depan pintu ruanganku. Dengan wajah yang imut, pembawaan keibuan serta lemah lembut, sulit bagi pria manapun untuk menolak rasa ingin menyayangi dan melindunginya. Kadang aku berpikir, apa semua perempuan Kyoto seperti itu.

“Oh, nggak kok”, jawabku sambil tersenyum. “Aku malah merasa kepanasan sih sebenarnya.”

Huh…sombong!

“Wah hebat sekali! Aku kedinginan nih. Lihat, tanganku sampai dingin banget”, katanya sambil menengadahkan kedua tangannya dan menyodorkannya ke arahku.

Aku bangkit dari kursiku dan menghampirinya. Agak ragu dan canggung kujulurkan kedua tanganku untuk merasakan sedingin apa telapak tangannya. Terlalu lama bergaul dengan komputer sepertinya telah mengikis kemampuanku dalam menghadapi wanita.

Payah, keluhku dalam hati.

Belum sampai jari-jariku menyentuh tangannya yang halus, tangannya terlebih dulu meraih dan menggenggam jemariku.

Erat.

Interesting story? Share it to your friends:

  • Facebook
  • Twitter
  • Digg
  • del.icio.us
Comments
 
  1. sakuralady says:

    ko soyuzzz.. genki ni irasshaimasuka????
    wah dah bersalju, bisa sambil ski an ya..
    take care yaaa

  2. Mei Mei says:

    wah masi inget blogging dia kekekeke :D
    kelanjutan ne mana?

  3. soyuz says:

    @sakuralady: hueehuhue….belom bisa ski sih. gak tau juga kalo di daerah lain.

    @mei: hahaha..bumil satu ini akhirnya blogwalking juga. mana postingan baru ne? *jitaQ*

    kelanjutan ne tergantung imajinasi masing-masing :p

  4. Mei Mei says:

    kalo sempet kan bw juga tak :P
    bujug..kog tergantung imanjinasi..nulis nya kaga niad nih -_-;
    pelid ahh

  5. natali says:

    hah? andrew? kenapa temenmu juga memanggilmu andrew?
    seingatku, hanya ada satu teman wanitamu yang memanggilmu andrew deh….*nyengir kuda*

  6. soyuz says:

    @mei: biarin xD

    @chubby: heheh…lagi gak ketemu ide utk nama karakter, jadi sementara pinjem dulu. sapa tuh ya teman wanitaku? :p

    teman wanitaku itu tetap spesial dan tetap satu2nya :d.

Add Yours

Line breaks are converted automatically. Please make sure that you have read the post before posting your thoughts. A valid email is a must but don't worry, it will never be displayed anywhere on this website. It is greatly appriciated if your comment could exceed 3 written lines. Please be polite and thoughtful of others. Comments which are derogatory will be deleted.

Please stay on topic: no name-calling, flaming or trolling. Spam and irrelevant comments will be deleted, your IP will be banned, and any URLs in your comment will be blacklisted.