Bulan November kemarin saat saya seharusnya meninggalkan Jepang, saya jadinya ‘hanya’ meninggalkan Tokyo dengan gregetan karena semua rencana yang sudah saya susun dengan indahnya jadi berantakan.
Tepat beberapa hari sebelum saya harus angkat kaki dari tempat tinggal saya, sepasang suami istri yang saya bantu beberapa waktu lalu —yang selanjutnya saya sebut saja Om dan Tante— menyelamatkan saya di detik-detik terakhir.
Perusahaan yang sedianya berminat memperkerjakan saya, entah kenapa menjadi lambat dalam menindaklanjuti proses kepindahan saya. Padahal saya sudah menyetop kontrak apartemen dan tidak mungkin untuk mengubah keputusan tersebut. Butuh uang (sangat banyak) dan waktu. Dua hal yang dari dulu tidak pernah saya miliki.
Makanya, saat Om dan Tante memberikan penawaran yang menggiurkan, saya langsung menyanggupi. Daripada nanti jadi gelandangan tampan di Jepang.
Selama tinggal bersama mereka, banyak hal-hal menarik yang terjadi dan saya juga mendapatkan banyak sekali pelajaran yang bermanfaat. Hal-hal yang menarik itu berupa kejadian-kejadian kecil tapi selalu membuat saya terpukau sampai kadang-kadang ternganga hingga rongga mulut menjadi kering.