Bedtime stories
1.18.10

In between days – A dustland fairytale

Hari ini adalah hari pertama turunnya salju di tahun ini. Musim dingin sudah tiba dari November tahun lalu, tapi salju dengan pongahnya tidak sudi menampakkan diri hingga pertengahan Januari ini.

Mataku memandang butiran-butiran putih yang berjatuhan dari langit, sepertinya para dewa sedang mengadakan pesta es serut dan remah-remah es nya jatuh ke bumi.

Aku selalu suka hujan, apalagi hujan salju. Di tempat asalku, salju hanya ada dalam imajinasi. Beruntung aku terlahir penuh imajinasi sehingga saat aku ingin melihat salju, cukup dengan melamun dan duniaku berubah menjadi negeri fantasi yang penuh salju.

Aku ingat bagaimana sedari kecil aku ingin sekali bisa menyentuh salju. Menangkapnya saat ia jatuh. Walaupun aku paham bahwa salju itu tak lebih hanya butiran es, sama dengan yang ada di dalam kulkas.

Makanya aku suka sekali membuka lemari pendingin dan menyentuh bunga-bunga es yang ada di freezer dan ayah selalu memarahiku saat kepalaku sudah setengah masuk ke dalam kulkas.

Continue reading →

2.5.07

You get what you give, mostly – eps#2 (end)

Setahun kemudian, dia membuka depot, bekerja sama dengan salah satu mantan ibu kos nya. Si ibu ini adalah seorang janda yang ditinggal suaminya, dan hidup sendiri, hanya mengandalkan satu kamar kos yang dulunya disewakan kepada si pemuda ini. Letak rumahnya sangat strategis, setiap anak kos pasti lewat di depan rumahnya jika berangkat dan pulang kuliah.

Melihat keterampilan masaknya, si pemuda tergerak untuk membantu, seperti biasa. Menyewa teras rumahnya, mempersiapkan semua peralatan, dan mempersilakan si ibu untuk menangani urusan masak. Genap seminggu ketika si ibu ini mulai menyerah. Sepi, katanya. Gimana nggak sepi, pikirnya, si ibu malas belanja, malas memasak yang beraneka ragam. Banyak masakan yang dicantumkan saja di menu tapi begitu dipesan tidak tersedia. Si pemuda berpikir, dia telah salah memberikan ‘kail’ kepada orang bermental kerupuk dan cuma bisa omong doank.

Continue reading →

2.5.07

You get what you give, mostly – eps#1

Hari itu tak ada yang spesial baginya. Semua berjalan seperti biasa. Kerjaan menumpuk, karna banyak hal yang nggak efisien. Tugas baru sudah dimulai, mengubah 500 halaman web dari HTML ke tableless XHTML+CSS. Assignment yang bodoh!. Yang membuat sedikit berbeda adalah hari itu dia bangun kesiangan, sampai ditelpon orang kantor, dan tiba di kantor lewat 30 menit dari jam kantor.

Saat sedang asik melakukan kerjaan bodohnya, seorang teman mengabarkan bahwa Jakarta lagi banjir besar. Hujan deras dan angin kencang terus menerus. Dia pun menuju sebuah portal berita untuk mencari informasi lebih lengkap. Tak lama ingatan nya pun membawa nya kembali ke beberapa taun silam…

***

Continue reading →