Selama saya disini dan nganggur, ada beberapa orang yang menanyakan kok saya nggak mau pulang aja, daripada susah-susah disini. Apalagi toh udah ketauan kan kalo susah sekali mencari pekerjaan dengan level bahasa Jepang saya yang kayak orang gagu, cuma bisa manthuk-manthuk (mengangguk-angguk -red-) dan ngomong beberapa kata. Nyaris imposibel deh.
Atau beberapa orang juga yang menyarankan untuk mencari kesempatan di negara lain yang bahasa nya Inggris gitu, karena mereka tau level bahasa Inggris saya jauh lebih membanggakan dibandingkan bahasa planet itu :p.
Usulan mereka semua memang masuk akal sih. Apalagi kalo mereka sampai tau brapa duit yang tersisa di bank, yang saking banyak nya sampe gak bisa ditarik lagi *qeqeqe*. Atau gimana kalo mereka sampai tau bahwa saya kembali mengulangi masa-masa tantangan berat sewaktu di Jakarta dulu. Kalo orang puasa Senin Kemis, saya makan nya Senin Kemis :p. Atau kalo mereka tau saya makan indomie terus. Sedikit-sedikit indomie…sedikit-sedikit indomie…indomie kok sedikit-sedikit :p.
Akhir Juni 2007, pria tinggi keren yang sama terlihat memasuki sebuah kantor mewah di daerah Kojimachi. Disana dia ada janji bertemu dengan salah satu konsultan perusahaan tersebut, Creek & River Japan. Informasi perusahaan ini didapat dari salah satu rekan nya. Sebenernya dia males kalo harus interview di headhunter, tapi karena temen nya itu udah bela-belain telpon-telponan kesana akhirnya dia putuskan untuk pergi juga.
—
Setelah berkomunikasi via email, akhirnya mereka mengundang saya untuk interview di kantor mereka, dan saya akan bertemu Fukuju-san. Di email mereka bilang tidak ada lowongan yang sesuai untuk saya tapi mereka ingin interview. Lah..kok aneh, udah tau nggak ada lowongan tapi kok teteup pengen interview. Sama aja dengan yang sebelum-sebelumnya, yang pada akhirnya kan buang-buang waktu saya. Mending saya pakai waktu nya buat menyelesaikan orderan desain saya. Tapi akhirnya saya baru sadar bahwa memang ini pekerjaan mereka. Mereka digaji ya untuk interview calon pencari kerja, walopun ada lowongan atau nggak buat mereka.
Pertengahan Juni 2007, seorang pria tinggi keren terlihat memasuki sebuah lobi hotel berbintang, New Otani di daerah Otani. Disana dia memenuhi janji untuk bertemu dengan seorang konsultan headhunter dari sebuah perusahaan headhunter internasional, TMC Japan.
—
Setelah menunggu beberapa menit di lobi, seorang pria yang baru saja masuk terlihat menghampiri seorang pria yang berdiri di dekat pintu dan sepertinya sedang menanyakan sesuatu. Pria yang dihampiri tersebut menggelengkan kepala nya. “Kayaknya dia nih”, pikir saya. Saya pun langsung berdiri dan menghampiri nya sebelum dia menanyakan setiap orang yang ada di lobi.
Setelah berkenalan, dia pun mengajak saya untuk ke coffee lounge yang ada di sebelah lobi. Setelah percakapan basa-basi sejenak, kami berdua segera memesan minuman.
Pertengahan Mei 2007, kembali pria tinggi keren itu terlihat memasuki sebuah gedung bertingkat puluhan di daerah Otemachi. Tujuan nya adalah kantor sebuah perusahaan headhunter internasional, Robert Half, ada janji bertemu dengan salah seorang konsultan disana. Salah seorang teman telah mengirimkan resume pria itu ke beberapa headhunters dan Robert Half ini adalah salah satu nya.
—
Setelah diantar oleh seorang resepsionis imut ke sebuah ruangan kosong, saya pun disodorin segelas air putih dingin dan sebuah formulir data diri untuk diisi. Tak lama kemudian seorang pria tinggi besar dengan wajah India memasuki ruangan. Kemudian dia pun memperkenalkan diri dan menjelaskan mengenai perusahaan tersebut. Oh rupanya orang Pakistan. Sebut saja Mr. Talib. Beliau pun mulai menjelaskan bagaimana perusahaan ini adalah perusahaan headhunters internasional dengan cabang di puluhan negara, fokus di bidang teknologi, finance, lalalala…lilili…saya sampe nggak inget lagi.
Seperti yang pernah ditulis sebelumnya, musim panas alias summer disini merupakan satu musim yang paling banyak acara dan musim yang menyenangkan (kecuali panas nya itu loh…ampun dah). Dari tulisan sebelumnya, akhirnya nyaris nggak ada satupun yang bisa saya ikuti :p.
Rafting, jelas nggak ikut. Tokyo Game Show, saya lupa kapan waktu nya. Fireworks festival di Osaka, passed. No money. Fuji Rock, sengaja nggak nyari tiket nya. Summer Sonic 2007, passed. Nggak kebagian tiket.
Khusus untuk Summer sonic, untunglah nggak kebagian tiket. Pada awalnya sih memang kuciwa berat. Event yang saya tunggu dari setaun yang lalu gitu loh. Tapi akhirnya saya jadi ngerti kenapa kok nggak diijinkan oleh Yang Di Atas sana. I’m totally broke, man! *qeqeqeqeq*.