Sebelumnya maaf sekali karna blog ini jadi tidak ter-update sesering yang diinginkan. Setelah pindah ke kantor baru, ternyata saya justru semakin tenggelam kedalam kesibukan yang jauh lebih mengharu-biru dibanding sebelum-sebelumnya.
Sebenarnya banyak sekali cerita-cerita yang ingin dituliskan disini. Semua draft nya telah menari-nari di otak. Semua detail tergambar dan tertuang dalam sebuah storyboard, dan butuh kalori yang cukup banyak buat saya untuk menjaga ingatan saya agar nggak lupa. Biasanya sebuah kejadian akan saya lupakan setelah 5 detik berlalu. Jadi bisa dibayangkan sebanyak apa kalori yang telah saya bakar selama taun 2009 ini :p
Eniwe, gimana kabar soyuz? Untuk sekilat informasinya, saya bekerja di perusahaan yang berada di sebuah gedung tua, terletak sekitar 15 menit berjalan kaki dari stasiun Harajuku, atau dari stasiun Gaienmae, ataupun dari stasiun Meiji Jingu-Mae. Jadi…jauh dari mana-mana :d. Perusahaan ini terdiri dari 4 orang pria (termasuk saya) dan 1 wanita (istri bos) yang bekerja dari rumah karna baru saja melahirkan putra pertamanya. Jadi kantor ini adalah ‘kantor-khusus-pria-ndak-butuh-wanita’ itu :d
Di luar kegaringan itu, ada beberapa hal menarik yang menjadi catatan saya selama bekerja di kantor ini.
*Peringatan: cerita ini mungkin agak-agak basi waktu nya. Jadi siapkan microwave, oven, wajan, atau ranting-ranting pohon serta korek api untuk menghangatkannya*
Dulu saat masih tinggal di Surabaya, saya dan adik-adik sangat-sangat menanti datang nya Natal dan taun baru. Apa pasal? Karna kami punya sebuah tradisi, mengirimkan sebanyak-banyaknya kartu ucapan natal dan taun baru ke teman-teman dan bersaing mendapatkan predikat penerima kartu ucapan terbanyak.
Ya memang nggak obyektif, karna jumlah kartu yang dikirim berbeda-beda di antara kami berempat. Hukum lawas yang mengatakan “siapa yang menabur banyak akan menuai banyak” berlaku. Andai saya mengirim puluhan kartu ucapan, tentu setidaknya saya akan menerima kartu sebanyak yang saya kirim atau minimal mendekati itu, karna teman-teman yang saya kirimi pasti sungkan kalo ndak bales.
Akhirnya udah taun 2009 juga. Gak terasa ya. Walopun agak basi dan terlambat, ijinkan saya mengucapkan selamat taun baru 2009. Taun ini mungkin bukanlah taun yang menyenangkan. Perang masi berlangsung di Jalur Gaza, Kondisi di Timur Tengah juga semakin memanas. Resesi pun masi belum bisa dipastikan kapan akan berakhir. Tapi saya yakin taun ini bakal jadi taun yang fantastik.
Terima kasih juga atas perhatiannya saat kejutan akhir taun 2008 itu saya tulis. Tapi jangan sedih dulu. Kejutan itu belum berakhir lho :d
Sebentar lagi taun 2008 akan segera berakhir. Banyak sekali peristiwa-peristiwa yang terjadi dan membuat waktu seakan melesat cepat tanpa terasa. Beruntung ada jurnal ini, yang bisa membuat saya bisa mengingat kembali peristiwa-peristiwa kecil yang mungkin nggak akan bisa saya ingat setaun lagi. Lha wong 5 menit yang lalu aja saya udah lupa :p.
Taun 2008 ini mungkin cukup unik, banyak peristiwa yang cukup menggemparkan, yang justru terjadi di akhir-akhir taun. Continue reading →
Biasanya menjelang akhir taun, saya disibukkan dengan persiapan untuk menyambut Natal. Sebenarnya sih pengen juga sekali-sekali nyantai dan jadi penikmat saja. Tapi belum bisa. Karena sumber daya manusia nya terbatas dan juga sifat saya yang selalu ingin menjadi bagian dari sesuatu atau menjadi sesuatu, daripada hanya menikmati. Gatel rasanya :d
Seperti akhir taun yang lalu, kesibukan saya nggak jauh-jauh dari latihan dan latihan. Untuk Natal taun ini, selain mengkoordinasi teman-teman di tim publikasi, saya juga terlibat di penampilan drama. Ini pertama kali nya saya masuk ke dunia peran dan tampil di depan umum. Selama ini saya lebih cenderung berada di balik layar, baik dalam arti kiasan maupun sesungguhnya. Lebih suka menjadi the invisible hand alias dalang hehe.
Terus terang ‘kegatelan’ saya sering mengakibatkan saya pontang-panting menyesuaikan jadwal, tenaga, waktu, dan napas saya supaya hidup tetap berimbang antara kerja, kehidupan sosial, me-time, dan kewajiban saya buat sang Pencipta dan buat keluarga. Selalu gagal sih hehehe. Nggak pernah berimbang. Selalu lebih berat ke kerja dan mengesampingkan (kalo tidak mau dikatakan mengorbankan) yang lain.