Beberapa minggu ini saya disibukkan dengan project yang cukup gede dari kantor. Saking gedenya sampe waktu yang dikasi pun gak memadai. Project rebranding salah satu rumah sakit di daerah Kyushu. Rumah sakit ini berencana untuk mengganti identitasnya, termasuk di dalam nya logo dan website. Tugas saya dari sang manajer yaitu membuat logo baru dari rumah sakit tersebut. Waktu yang diberikan cuma kurang lebih 2 mingguan.
Tentunya sebelum mengerjakan tugas ini seharusnya saya mendapatkan brief yang lengkap baik dari sisi marketing dan sisi kreatif. Tapi seperti yang sudah saya duga sebelumnya dan dari dulu, semua itu nggak ada *haessh…*. Cuma dapat sedikit informasi mengenai sejarah dan kegiatan usaha rumah sakit ini, layanan apa saja yang diberikan. Untuk target market, nggak tau. Filosofi rumah sakit nggak tau, misi dan visi nggak tau juga. Berarti saya harus mengira-ngira. Wajar saja siy, si manajer ini yang bertindak sebagai Account Manager untuk project ini, sama sekali nggak memiliki skill dan pengetahuan di bidang disain. Hanya gaya nya saja yang seperti creative director pada saat proses disain.
Sudah lama kategori Work di sini tidak terisi. Mungkin ada yg bertanya *sok beken* emang apa aja sih kerjaan saya disini. Terus terang sekarang saya pun nggak tau apa sebenernya yg saya kerjakan. Herannya saya tetap pulang malam terus. Tidak ada proyek baru, maintenance pun kadang-kadang, menyusun laporan dan analisa juga jarang. Sebenarnya saya tau pasti kenapa, tetapi lain waktu aja dibahasnya. Ini berkaitan dengan ketidaktauan, kekeraskepalaan, kesoktauan, leadership dan planning. Jadi agak berat topiknya.
Eniwe, diluar kerjaan kantor sekarang saya teteup seperti Soyuz yg biasanya, sibuk banged. Yg paling fresh sekarang ini adalah mempersiapkan konferensi internal team yg akan saya adakan di bulan mei mendatang di Jogja, terlepas apakah saya akan pulang ke Indonesia for good atau kembali kemari.
I won’t write much, Jason already covered all the things.
Being productive isn’t something that just happens. You don’t just sit down and be productive. Real productivity takes time. It’s a process. You make your way into it. Sometimes it takes 15 minutes or a half hour or an hour or more to really get in that zone. And when you’re in that zone you are actually getting real work done. But once you get knocked out of that zone it takes a real toll on you. You go from highly productive to annoyed. And all these new methods of interruption, and the ability of anyone to find you any time, well, I think they’re just making it easier to indirectly annoy people. I don’t have research to back this up, it’s just a gut feeling.
There are different degrees of interruption too. Passive interruption such as an IM or an email can be ignored until you’re ready to deal with it. But active interruption such as when someone physically comes over and taps you on the shoulder, or calls you into a physical meeting, well, that kind of interruption kills the “productivity buzz.” And once that buzz is killed, it takes a while to get that buzz back.
Detailed article can be found in here.
In the past months or so, I’ve been able to finish a few projects and get started a few more.
First came here, I started to optimize the coding of Tarochang website. So I should rewrite the code because it’s a messy codes. Full of nested tables, invalid markup, etc. I wrote the XHTML and CSS for this site. But later, my codes became as messy as previous. This is an example of bad strategy, planning, and project management. Don’t try this at home!. Changing the structure rapidly, that affect the information architecture, the markup, styles, etc. So everyday I’ve added new lines in CSS. Just like write a blog :D. The next version should be better. Never do design before we get approval on the wireframe! Continue reading →
Uhh.. I’ve been trapped in an everlasting boredom!!! Everything sucks! Destroy regime!!
The good thing is two days ago (wednesday) my friends came from Jakarta, Mas Wisnu and Dian. and finally I’ve met her in person. Yep, face to face. She’s beautiful (no doubt) and very nice person. It’s funny, we couldn’t find the best time to meet while I was in Jakarta. But it’s ok, Tokyo is the best place to meet anyway :D.